
Ilustrasi pekerja keras atau workaholic (freepik)
JawaPos.com - Bekerja keras memang sering dianggap sebagai kunci menuju kesuksesan.
Namun ketika pekerjaan mulai menguras seluruh waktu, tenaga, dan perhatian hingga mengabaikan kebutuhan tubuh, kondisi tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental.
Tidak sedikit orang yang bangga menyebut dirinya sebagai workaholic, padahal tubuh sebenarnya sudah memberikan berbagai sinyal bahwa ia membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Di tengah tuntutan produktivitas yang semakin tinggi, banyak orang terbiasa mengabaikan rasa lelah.
Mereka tetap bekerja meski kurang tidur, terus mengejar target tanpa jeda, atau merasa bersalah ketika mengambil waktu untuk beristirahat.
Sayangnya, kebiasaan seperti ini justru meningkatkan risiko kelelahan kronis (burnout), menurunnya daya tahan tubuh, hingga gangguan kesehatan mental.
Tubuh memiliki cara tersendiri untuk memberi tahu bahwa energinya mulai habis. Sinyal tersebut sering kali muncul dalam bentuk perubahan fisik, emosional, maupun penurunan kemampuan berpikir.
Jika diabaikan terus-menerus, dampaknya bukan hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
