
Ilustrasi Studi Ungkap Minum Kopi Bisa Kurangi Efek Mematikan Duduk Bekerja Seharian. (Magnific/Freepik)
JawaPos.com - Bagi Anda yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, ada kabar baik yang siap menyegarkan hari Anda. Sebuah penelitian terbaru dari Tiongkok menemukan bahwa kebiasaan minum kopi di pagi hari dapat menjadi penyelamat kesehatan tersembunyi, khususnya bagi mereka yang terpaksa duduk dalam waktu lama akibat tuntutan kerja.
Dikutip dari Your Tango, Selasa (30/6), para peneliti dari Soochow University di Suzhou, Tiongkok, mengonfirmasi bahwa kafein bukan sekadar penahan kantuk. Rutinitas menikmati secangkir kopi terbukti secara klinis mampu memitigasi risiko kesehatan fatal yang mengintai para pekerja dengan gaya hidup minim bergerak (sedentary lifestyle).
Riset komprehensif ini dilakukan dengan menganalisis data dari 10.639 subjek yang berpartisipasi dalam National Health and Nutrition Examination Survey dari tahun 2007 hingga 2018. Berdasarkan temuan tersebut, berikut adalah tiga manfaat ilmiah meminum kopi bagi Anda yang sering terjebak di meja kerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore.
Duduk diam tanpa jeda selama lebih dari delapan jam sehari diketahui meningkatkan risiko kematian akibat berbagai penyebab hingga mencapai 46 persen. Bahkan, orang yang tidak minum kopi dan duduk selama enam jam atau lebih per hari memiliki kemungkinan 58 persen lebih tinggi untuk meninggal dibandingkan mereka yang aktif bergerak.
Namun, riset Soochow University membawa angin segar bagi para pencinta kopi harian. Peminum kopi yang terpaksa duduk lebih dari enam jam sehari mencatat risiko kematian 24 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang duduk dalam durasi sama tanpa mengonsumsi kopi.
Lebih lanjut, bagi individu yang mengonsumsi lebih dari dua cangkir kopi dalam sehari, data menunjukkan adanya penurunan risiko kematian akibat berbagai penyebab hingga mencapai 33 persen. Kopi terbukti bertindak sebagai perisai pelindung dari ancaman jangka panjang akibat tubuh yang kurang aktif bergerak.
Selain menekan angka mortalitas, studi ini mencatat bahwa kopi dibekali dengan sifat antioksidan yang sangat kuat. Zat bioaktif di dalam segelas kopi kaya akan kafein, senyawa fenolik, serta mineral penting yang efektif meningkatkan resistensi insulin sekaligus mengoptimalkan metabolisme glukosa tubuh.
Para peneliti juga menekankan bahwa jenis kopi yang tidak disaring memiliki keunggulan tersendiri dalam mencegah penyakit kronis yang dipicu oleh peradangan. Kopi jenis ini mengandung senyawa cafestol, kahweol, serta asam klorogenat.
Seluruh senyawa aktif tersebut bekerja secara sinergis di dalam sistem pencernaan manusia. Mereka bertugas mengatur jalur biokimia yang terlibat langsung dalam meredam peradangan atau inflamasi internal di dalam jaringan tubuh.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
