
Peserta perayaan Hari Yoga Internasional dengan rangkaian kegiatan walkathon, meditasi, dan yoga terbuka di kawasan Car Free Day Sudirman dan Hutan Kota Plataran, Minggu (21/6). (Istimewa)
JawaPos.com - Momentum Perayaan Hari Yoga Internasional 2026 dimaknai komunitas volunteer ISHA FOUNDATION di Jakarta bukan sekadar sebagai aktivitas olahraga bersama. Tapi sebagai pengingat pentingnya membangun keseimbangan dalam kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tekanan.
Melalui rangkaian kegiatan walkathon, meditasi, dan yoga terbuka di kawasan Car Free Day Sudirman dan Hutan Kota Plataran, Minggu (21/6), puluhan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia mengikuti kegiatan yang mengangkat pendekatan yoga sebagai teknologi kesejahteraan diri yang bersifat universal.
Acara dimulai melalui walkathon di area Car Free Day Sudirman, kemudian dilanjutkan dengan sesi meditasi dan yoga bersama di Hutan Kota Plataran.
Datu Permata, salah seorang volunteer mengatakan, pemahaman masyarakat terhadap yoga selama ini masih sering terbatas pada gerakan fisik semata. “Yoga dikenal sebagai gerakan yang merentangkan dan melenturkan tubuh, tetapi sebenarnya yoga jauh lebih dari itu. Ini tentang bagaimana kita membangun keseimbangan dalam diri,” ujar Datu Permata.
Dia menjelaskan, latihan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan holistik yang bertujuan membantu seseorang membangun kualitas hidup yang lebih baik, baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Pendiri ISHA FOUNDATION Sadhguru menyatakan, yoga bukan sebuah filosofi, ideologi, agama, ataupun sistem kepercayaan tertentu. Yoga merupakan seperangkat teknologi atau metode untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang dapat diterapkan oleh siapa saja tanpa memandang agama, ras, gender, maupun latar belakang sosial.
“Jika Anda manusia, maka teknologi ini berlaku untuk Anda,” pesan Sadhguru yang kerap disampaikan dalam berbagai peringatan Hari Yoga Internasional.
Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental, pendekatan seperti meditasi, pengaturan napas, serta aktivitas mindful movement mulai semakin diminati, terutama di kawasan urban dengan ritme kehidupan yang cepat dan tekanan pekerjaan yang tinggi.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 12 miliar hari kerja hilang setiap tahun secara global akibat depresi dan kecemasan. Kondisi tersebut mendorong semakin banyak masyarakat untuk mulai mencari cara menjaga keseimbangan hidup secara lebih menyeluruh.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
