Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 23.57 WIB

7 Filosofi Jepang yang Patut Diajarkan Orang Tua kepada Anak-Anak supaya Fokus dan Terhindar dari Rasa Malas

Ilustrasi, orang tua yang mengajarkan filosofi Jepang kepada anaknya. Magnific/ freepik.

 

JawaPos.com - Ketika kehidupan anak-anak dibanjiri berbagai rangsangan digital, banyak orang tua yang mencari cara efektif untuk menumbuhkan fokus dan disiplin dalam diri anak-anak.

Dilansir JawaPos.com dari timesofindia pada Rabu (10/6), melalui konsep tujuh filosofi Jepang berikut, orang tua secara tidak langsung mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak-anak mereka, khususnya dalam menjaga fokus dan terhindar dari rasa malas.
 
Simak ulasan selengkapnya.
 
Baca Juga: 10 Tanaman yang Konon Membawa Keberuntungan bagi Pemilik Weton Kliwon, Nomor Terakhir Sarat Filosofi Kehidupan

1. Kaizen

Filosofi produktivitas Jepang yang paling terkenal yang berarti perbaikan berkelanjutan melalui perubahan kecil dan bertahap.

Ajarkan tentang Kaizen kepada anak-anak Anda dengan memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang mudah untuk dikerjakan.

Misalnya, alih-alih menyuruh anak-anak belajar selama satu jam penuh, tapi mintalah mereka untuk konsentrasi selama beberapa menit, lima atau sepuluh menit.

2. Ikigai

Filosofi ini sering diterjemahkan sebagai 'alasan untuk hidup' yang merujuk pada hal-hal yang memberi makna serta tujuan hidup.

Ajarkan Ikigai dengan membantu anak-anak mengembangkan minat pada kegiatan yang sesuai dengan mereka, seperti menggambar atau melakukan percobaan sains.

Ketahuilah, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan minatnya lebih mampu menjaga motivasi.

3. Shoshin

Filosofi Shoshin berakar dari Buddhisme Zen yang berarti mendekati situasi dengan keterbukaan, rasa ingin tahu, dan kemauan untuk belajar.

Ajarkan filosofi ini ke anak-anak dengan memberikan pujian kepada mereka atas usaha yang telah dilakukan, bukan atas kesempurnaannya.

Bantulah anak-anak untuk memahami bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari kehidupan.

4. Hara Hachi Bu


Filosofi dari Okinawa ini tentang kebiasaan makan hingga kenyang, sekitar 80 persen.

Maksudnya, berhenti makan sebelum kenyang.

Ajarkan ke anak-anak tentang perilaku makan yang baik, seperti makan secara perlahan dan mengenali kapan dirinya kenyang.

Nutrisi yang baik dan cukup membantu anak-anak fokus dan memiliki tingkat energi yang cukup.

5. Wabi Sabi

Filosofi Wabi Sabi mengajarkan tentang penerimaan terhadap ketidaksempurnaan.

Jadi, ajarkan ini kepada anak-anak bahwa tidak perlu menjadi sempurna, karena kemajuan lebih baik dari kesempurnaan itu sendiri.

Pada akhirnya, ini akan membantu anak-anak untuk mengatasi kecemasan dan penundaan yang sering kali muncul akibat keinginan untuk menjadi sempurna.

6. Shinrin Yoku


Sering disebut dengan 'mandi hutan', filosofi ini sebenarnya mengajarkan seseorang untuk menjadi sabar dan membenamkan diri dalam unsur-unsur alam.

Ajarkan Shinrin Yoku dengan merencanakan aktivitas luar ruangan anak-anak, seperti berjalan kaki atau bersepeda di sekitar rumah.

7. Ganbaru

Berarti gigih dan melakukan yang terbaik di masa-masa sulit.

Ajarkan anak-anak tentang nilai-nilai ketekunan di atas segalanya.

Ini akan membuat anak-anak selalu berusaha keras untuk mencapai apa pun yang mereka cita-citakan.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore