
Ilustrasi remaja / Foto: Magnific
Jawapos.com - Usia 20-an sering dianggap sebagai masa kebebasan dan kemandirian emosional. Namun di balik bayang-bayang kedewasaan tersebut, banyak anak muda yang diam-diam sedang berjuang menghadapi tekanan hidup yang tidak sedikit.
Melansir dari psikologi UMP dan Hello Sehat, dukungan sosial dari orang tua sangat dibutuhkan di masa emerging adulthood atau dewasa muda karena fase transisi ini ditandai oleh perubahan hidup yang sangat signifikan.
Tuntutan untuk mandiri secara finansial, akademis, hingga tekanan sosial kerap memicu stres emosional tersembunyi. Sebagai orang tua, kepekaan terhadap perubahan perilaku anak adalah kunci utama. Kenali 8 tanda anak kamu sedang butuh perhatian lebih berikut ini:
Menarik diri dari pergaulan dan keluarga
Jika anak tiba-tiba menjadi jauh lebih pendiam, jarang pulang ke rumah, atau terus-menerus enggan berkomunikasi, itu bisa menjadi sinyal kuat bahwa ia sedang menanggung beban batin yang berat sendirian. Penarikan diri ini biasanya merupakan mekanisme pertahanan karena mereka merasa tidak ada orang yang mampu memahami kerumitan masalah yang sedang dihadapi.
Sering mengeluh tentang arah hidupnya
Kebingungan soal pilihan jurusan kuliah, ketidakpastian karir, atau dinamika hubungan asmara yang keluhannya terus diulang-ulang bisa jadi tanda ia sangat membutuhkan seseorang untuk membantu memetakan pikirannya. Ketika anak mulai sering mempertanyakan masa depannya, mereka sebenarnya sedang mencari figur mentor yang bijak untuk memberikan arahan tanpa menghakimi.
Mudah tersinggung atau emosi tidak stabil
Perubahan suasana hati yang drastis, seperti gampang marah atau mendadak sensitif, mencerminkan adanya tekanan psikologis yang menumpuk di kepala mereka. Kondisi ini bukan berarti anak sengaja berubah menjadi pribadi yang susah diatur atau tidak sopan, melainkan sebuah jeritan minta tolong karena mereka sangat membutuhkan ruang yang aman untuk didengarkan.
Kehilangan motivasi dalam aktivitas sehari-hari
Ketika anak terlihat lesu sepanjang hari, tidak bersemangat untuk berangkat kerja atau kuliah, dan mendadak kehilangan minat pada hobi yang biasanya sangat ia sukai, ini bisa menjadi gejala awal quarter life crisis. Kehilangan dorongan internal ini menandakan bahwa energi emosional mereka sudah terkuras habis oleh rasa cemas yang berkepanjangan.
Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain
Komentar spontan seperti teman aku sudah kerja di tempat bagus atau pencapaian orang lain sudah jauh di depan yang terlalu sering muncul dari mulut anak perlu diwaspadai. Ini adalah indikator nyata adanya tekanan sosial yang tidak sehat dari lingkungan maupun media sosial, yang perlahan-lahan mulai mengikis rasa percaya diri dan harga diri mereka.
Cemas berlebihan soal masa depan
Kecemasan yang tidak terkontrol terkait stabilitas karier, kondisi finansial, atau kelanjutan hubungan yang muncul hampir setiap hari adalah gejala nyata yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Overthinking yang intens ini seringkali memicu gangguan tidur hingga menurunkan imunitas fisik anak jika dibiarkan tanpa adanya validasi emosional.
Mencari pelarian yang kurang produktif
Anak yang mulai terlalu sering begadang semalaman tanpa alasan yang jelas, bermain game hingga lupa waktu, atau sengaja menghindari tanggung jawab sehari-hari mungkin sedang mencari jalan keluar instan. Pelarian kurang produktif ini mereka gunakan sebagai tameng untuk mengalihkan pikiran dari rasa tertekan dan ketakutan yang sesungguhnya.
8. Merasa tidak dihargai atau tidak dicintai
Munculnya pernyataan atau candaan yang menunjukkan perasaan tidak berharga di mata keluarga bisa menjadi sinyal darurat bahwa anak butuh validasi nyata. Kalimat-kalimat minor ini menandakan mereka sedang meragukan kemampuan dirinya sendiri dan sangat merindukan kehadiran serta pelukan emosional yang hangat dari kedua orang tuanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022