
seseorang yang jarang membual dan lebih suka menjaga privasi (Magnific/prostock-studio)
JawaPos.com - Di era media sosial yang mendorong orang untuk membagikan hampir setiap aspek kehidupannya, memilih untuk tetap rendah hati dan menjaga privasi sering kali dianggap tidak biasa. Banyak orang merasa perlu menunjukkan pencapaian, pengalaman, atau bahkan kebahagiaan mereka kepada publik untuk mendapatkan pengakuan.
Namun, ada kelompok orang yang berbeda. Mereka tidak merasa perlu membual tentang apa yang mereka miliki atau capai. Mereka lebih nyaman menyimpan sebagian besar kehidupan pribadinya untuk diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa sikap seperti ini sering kali bukan tanda kurang percaya diri atau tidak punya sesuatu untuk dibanggakan. Sebaliknya, perilaku tersebut justru dapat mencerminkan kedewasaan emosional, rasa aman terhadap diri sendiri, dan kemampuan memahami batasan yang sehat.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat sembilan perilaku halus yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang jarang membual dan lebih suka menjaga privasi.
1. Mereka Tidak Merasa Perlu Membuktikan Diri kepada Semua Orang
Salah satu ciri paling menonjol adalah mereka tidak memiliki dorongan kuat untuk terus-menerus mendapatkan validasi dari orang lain.
Ketika mencapai sesuatu yang penting, mereka merasa puas dengan pencapaian itu sendiri. Mereka tidak selalu merasa perlu mengumumkannya kepada semua orang.
Dalam psikologi, kebutuhan yang rendah terhadap validasi eksternal sering dikaitkan dengan rasa harga diri yang lebih stabil. Mereka tahu siapa diri mereka tanpa harus bergantung pada pujian atau pengakuan publik.
Akibatnya, mereka cenderung membiarkan hasil kerja mereka berbicara sendiri.
2. Mereka Lebih Banyak Mendengarkan daripada Berbicara
Orang yang menjaga privasi biasanya tidak mendominasi percakapan dengan cerita tentang dirinya.
Sebaliknya, mereka lebih sering mengajukan pertanyaan dan menunjukkan ketertarikan pada pengalaman orang lain.
Mereka memahami bahwa percakapan yang baik bukanlah tentang siapa yang paling banyak berbicara, melainkan tentang pertukaran yang seimbang.
Karena tidak fokus mempromosikan diri sendiri, mereka sering kali menjadi pendengar yang lebih baik dan lebih disukai dalam lingkungan sosial.
3. Mereka Memilih dengan Hati-Hati Apa yang Akan Dibagikan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022