Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2026 | 18.33 WIB

Orang yang Merasa Tidak Dicintai Saat Kecil Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi

seseorang yang jarang merasa benar-benar dicintai (Magnific/yanalya) - Image

seseorang yang jarang merasa benar-benar dicintai (Magnific/yanalya)

JawaPos.com - Masa kecil sering kali menjadi fondasi bagi cara seseorang memandang dirinya sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya. Ketika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian, dan dukungan emosional, ia cenderung mengembangkan rasa aman yang sehat. Namun, tidak semua orang memiliki pengalaman seperti itu.

Sebagian orang tumbuh dengan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Mereka mungkin memiliki orang tua yang sibuk, dingin secara emosional, terlalu kritis, tidak konsisten dalam memberikan perhatian, atau bahkan tidak pernah secara terbuka menunjukkan kasih sayang. Akibatnya, anak tersebut tumbuh tanpa benar-benar merasakan bahwa dirinya dicintai dan dihargai.

Menurut berbagai penelitian dalam psikologi perkembangan dan teori keterikatan (attachment theory), pengalaman ini dapat meninggalkan jejak yang bertahan hingga masa dewasa. Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa beberapa kebiasaan atau pola perilaku yang mereka miliki saat ini sebenarnya berakar pada pengalaman emosional di masa kecil.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang jarang merasa benar-benar dicintai saat kecil.

1. Sulit Menerima Pujian atau Apresiasi

Ketika seseorang tumbuh tanpa banyak validasi emosional, ia sering kali mengembangkan keyakinan bawah sadar bahwa dirinya tidak cukup baik.

Akibatnya, saat orang lain memberikan pujian, mereka merasa tidak nyaman atau bahkan curiga. Alih-alih menerima pujian dengan sederhana, mereka mungkin merespons dengan:

"Ah, biasa saja."
"Saya cuma beruntung."
"Tidak sehebat itu kok."

Psikologi menyebut fenomena ini sebagai bentuk rendahnya self-worth atau harga diri. Karena sejak kecil mereka jarang merasa dihargai, pujian terasa bertentangan dengan citra diri yang telah lama terbentuk.

2. Terlalu Mandiri dan Sulit Meminta Bantuan

Sekilas, kemandirian terlihat sebagai sifat positif. Namun pada sebagian orang, kemandirian yang berlebihan justru merupakan mekanisme bertahan hidup.

Mereka belajar sejak dini bahwa kebutuhan emosional mereka tidak selalu dipenuhi. Karena itu, mereka mulai percaya bahwa satu-satunya orang yang bisa diandalkan adalah diri sendiri.

Saat dewasa, mereka cenderung:

Menanggung masalah sendirian.
Enggan meminta bantuan.
Merasa tidak nyaman bergantung pada orang lain.

Di balik sikap "saya bisa sendiri" sering kali tersimpan ketakutan akan penolakan atau kekecewaan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore