
seseorang yang tampak baik di permukaan (Magnific/tirachardz)
JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan orang yang terlihat sangat ramah, sopan, dan menyenangkan. Mereka pandai tersenyum, tahu cara berbicara dengan halus, bahkan sering tampil sebagai sosok yang peduli terhadap orang lain. Namun, seiring waktu, tidak sedikit orang menyadari bahwa di balik citra baik tersebut tersembunyi sifat manipulatif, egois, atau bahkan destruktif.
Psikologi menjelaskan bahwa tidak semua kebaikan yang terlihat di permukaan benar-benar lahir dari empati yang tulus. Sebagian orang menggunakan citra baik sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan, kontrol, pengaruh sosial, atau validasi. Mereka memahami bagaimana membangun kesan positif, tetapi di saat yang sama dapat menyakiti orang lain secara emosional tanpa rasa bersalah yang berarti.
Fenomena ini sering membuat seseorang bingung. Bagaimana mungkin orang yang terlihat begitu baik ternyata justru menjadi sumber luka, drama, atau manipulasi? Jawabannya terletak pada pola perilaku yang muncul secara konsisten.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku spesifik yang sering ditunjukkan oleh orang yang tampak baik di luar tetapi sebenarnya memiliki niat buruk atau karakter yang tidak sehat menurut sudut pandang psikologi.
1. Mereka Sangat Baik Saat Ada Maunya
Salah satu tanda paling umum adalah kebaikan yang bersifat transaksional. Mereka bisa terlihat sangat perhatian, murah hati, dan mendukung ketika ada sesuatu yang ingin mereka dapatkan.
Mereka mungkin membantu Anda, memberi pujian, atau menunjukkan perhatian yang berlebihan. Namun, semua itu biasanya memiliki tujuan tersembunyi. Ketika kebutuhan mereka sudah terpenuhi, sikap mereka perlahan berubah.
Dalam psikologi sosial, perilaku ini berkaitan dengan manipulasi interpersonal. Orang seperti ini melihat hubungan bukan sebagai koneksi emosional yang sehat, melainkan sebagai alat pertukaran keuntungan.
Ciri-cirinya antara lain:
Tiba-tiba sangat dekat ketika membutuhkan bantuan.
Menghilang setelah mendapatkan apa yang diinginkan.
Membuat orang merasa berutang budi.
Menjadi dingin ketika permintaannya ditolak.
Pada awalnya, tindakan mereka terlihat seperti ketulusan. Namun, seiring waktu Anda akan menyadari bahwa perhatian mereka selalu memiliki pola dan tujuan tertentu.
2. Mereka Ahli Bermain Sebagai Korban
Orang yang tampak baik tetapi manipulatif sering kali sangat pandai memainkan peran sebagai korban. Mereka tahu bahwa manusia secara alami memiliki empati terhadap orang yang terlihat terluka atau disakiti.
Ketika terjadi konflik, mereka jarang mengakui kesalahan secara langsung. Sebaliknya, mereka memutarbalikkan keadaan agar terlihat sebagai pihak yang paling tersakiti.
Misalnya:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022