Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2026 | 16.11 WIB

Orang yang Tampak Baik Padahal Jahat, Seringkali Menunjukkan 7 Perilaku Spesifik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tampak baik di permukaan (Magnific/tirachardz) - Image

seseorang yang tampak baik di permukaan (Magnific/tirachardz)


JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan orang yang terlihat sangat ramah, sopan, dan menyenangkan. Mereka pandai tersenyum, tahu cara berbicara dengan halus, bahkan sering tampil sebagai sosok yang peduli terhadap orang lain. Namun, seiring waktu, tidak sedikit orang menyadari bahwa di balik citra baik tersebut tersembunyi sifat manipulatif, egois, atau bahkan destruktif.

Psikologi menjelaskan bahwa tidak semua kebaikan yang terlihat di permukaan benar-benar lahir dari empati yang tulus. Sebagian orang menggunakan citra baik sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan, kontrol, pengaruh sosial, atau validasi. Mereka memahami bagaimana membangun kesan positif, tetapi di saat yang sama dapat menyakiti orang lain secara emosional tanpa rasa bersalah yang berarti.

Fenomena ini sering membuat seseorang bingung. Bagaimana mungkin orang yang terlihat begitu baik ternyata justru menjadi sumber luka, drama, atau manipulasi? Jawabannya terletak pada pola perilaku yang muncul secara konsisten.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku spesifik yang sering ditunjukkan oleh orang yang tampak baik di luar tetapi sebenarnya memiliki niat buruk atau karakter yang tidak sehat menurut sudut pandang psikologi.

1. Mereka Sangat Baik Saat Ada Maunya

Salah satu tanda paling umum adalah kebaikan yang bersifat transaksional. Mereka bisa terlihat sangat perhatian, murah hati, dan mendukung ketika ada sesuatu yang ingin mereka dapatkan.

Mereka mungkin membantu Anda, memberi pujian, atau menunjukkan perhatian yang berlebihan. Namun, semua itu biasanya memiliki tujuan tersembunyi. Ketika kebutuhan mereka sudah terpenuhi, sikap mereka perlahan berubah.

Dalam psikologi sosial, perilaku ini berkaitan dengan manipulasi interpersonal. Orang seperti ini melihat hubungan bukan sebagai koneksi emosional yang sehat, melainkan sebagai alat pertukaran keuntungan.

Ciri-cirinya antara lain:

Tiba-tiba sangat dekat ketika membutuhkan bantuan.
Menghilang setelah mendapatkan apa yang diinginkan.
Membuat orang merasa berutang budi.
Menjadi dingin ketika permintaannya ditolak.

Pada awalnya, tindakan mereka terlihat seperti ketulusan. Namun, seiring waktu Anda akan menyadari bahwa perhatian mereka selalu memiliki pola dan tujuan tertentu.

2. Mereka Ahli Bermain Sebagai Korban

Orang yang tampak baik tetapi manipulatif sering kali sangat pandai memainkan peran sebagai korban. Mereka tahu bahwa manusia secara alami memiliki empati terhadap orang yang terlihat terluka atau disakiti.

Ketika terjadi konflik, mereka jarang mengakui kesalahan secara langsung. Sebaliknya, mereka memutarbalikkan keadaan agar terlihat sebagai pihak yang paling tersakiti.

Misalnya:

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore