
Ilustrasi iga kambing/freepik
JawaPos.com - Setelah masalah bau amis dan prengus, tantangan lain saat mengolah daging kurban adalah teksturnya yang keras dan alot.
Daging yang sulit dikunyah dapat mengurangi kenikmatan masakan, bahkan membuat hidangan anda menjadi gagal dimasak secara sempurna
Tekstur yang keras dan alot ini tidak hanya disebabkan oleh kesalahan teknik memasak. Ada beberapa faktor eksternal yang juga mempengaruhi tingkat keempukan daging.
Menurut informasi dari meatguysteakhouse.com dan hajinews.co.id yang dirangkum pada (25/5), ada beberapa kondisi penting yang turut berpengaruh membuat daging kurban anda terasa lebih keras dan alot.
Oleh karena itu, selain melakukan proses marinasi yang tepat pada daging kurban, anda juga perlu memperhatikan faktor berikut supaya daging kurban anda tetap empuk dan mudah diolah menjadi berbagai sajian lezat saat hari raya kurban.
Hewan kurban yang stres sebelum disembelih
Daging kurban bisa menjadi alot karena faktor stres sebelum proses penyembelihan. Kondisi-kondisi seperti perjalanan jauh pada hewan, perlakuan yang tidak nyaman, penyembelihan yang kasar, da waktu istirahat yang kurang pada hewan kurban dapat membuat otot-otot daging lebih keras dan alot.
Selain itu, daging kurban yang dihasilkan akan menjadi kering dan berwarna lebih gelap Untuk itu, anda perlu memastikan bahwa hewan kurban bebas stress sebelum proses penyembelihan.
Kondisi Rigor Mortis
Kondisi Rigor Mortis juga berpengaruh pada tekstur alot pada daging kurban. Kondisi rigor mortis terjadi saat otot daging yang menjadi kaku sesaat setelah disembelih.
Namun, banyak orang yang kurang menyadari kondisi ini kemudian terburu-buru untuk memasak. Akibatnya, daging yang diolah menjadi alot dan keras. Sebaiknya, anda menunggu beberapa saat sampai daging lebih melunak dan rileks setelah proses penyembelihan.
Teknik memotong yang salah
Teknik memotong daging yang kurang tepat juga berpengaruh besar pada tekstur kambing maupun sapi saat dimasak.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
