Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juni 2026 | 21.18 WIB

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Dirjen PKH Kementan: Inpres P2SDN Segera Terbit

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda dalam sambutannya di acara Indo Livestok, Nusantara International Exhibition (NICE) di PIK 2, Tangerang, Rabu (16/6)/(Istimewa). - Image

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda dalam sambutannya di acara Indo Livestok, Nusantara International Exhibition (NICE) di PIK 2, Tangerang, Rabu (16/6)/(Istimewa).

JawaPos.com – Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) akan segera terbit. Regulasi tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan swasembada protein nasional khususnya produksi susu dan daging.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda dalam sambutannya di acara Indo Livestok, Nusantara International Exhibition (NICE) di PIK 2, Tangerang, Rabu (16/6).

"Alhamdulillah regulasi mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan produksi susu dan daging nasional (P2SDN) akan segera terbit, yang tentu akan menginisiasi kementerian dan lembaga terus mendorong peningkatan produksi susu dan daging sapi ini," ujarnya.

Agung mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan daging sapi dan susu dari produksi dalam negeri. 

Menurut dia, untuk kebutuhan daging sapi, Indonesia masih mengimpor sekitar 49 persen dari total kebutuhan nasional. Sementara itu, untuk komoditas susu, impor bahan baku yang setara susu segar mencapai 80 persen dari kebutuhan nasional.

Agung menilai, sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, Indonesia perlu mulai mengurangi ketergantungan terhadap impor melalui percepatan peningkatan produksi dalam negeri.

"Karena kalau hanya Kementerian Pertanian saja yang bergerak tentu tidaklah akan cukup dan tentu percepatan ini tidak bisa segera terjadi," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang diperkuat melalui Inpres P2DSN akan menjadi instrumen penting untuk mempercepat realisasi target yang telah ditetapkan pemerintah dalam peta jalan (Roadmap) peningkatan produksi susu dan daging nasional periode 2026–2029.

"Oleh karena itu kolaborasi kementerian/lembaga dibungkus dengan Inpres tersebut maka akan lebih mempercepat peningkatan produksi sebagaimana yang telah disusun dalam roadmap peningkatan produksi susu dan daging nasional 2026-2029," pungkasnya.

Kolaborasi Penguatan Swasembada Protein

Semangat kolaborasi mendukung penguatan swasembada protein tersebut sejalan dengan tema yang diusung Indo Livestock Expo & Forum 2026, yakni "Akselerasi Hilirisasi Peternakan Terintegrasi Penguatan Investasi Menuju Swasembada Protein Nasional".

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore