
Ilustrasi daun teh. (IST)
JawaPos.com – Daun Teh dikenal sebagai salah satu bahan minuman yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Sebab, tidak semua teh tumbuh di satu tempat dan diproses melalui cara yang sama.
Uniknya, aroma dan rasa yang dimiliki daun teh ternyata dipengaruhi bagaimana mereka tumbuh dan suhu. Dalam dunia teh, kualitas tidak hanya ditentukan saat proses pengolahan. Tapi dibentuk sejak daun teh muda masih berada di perkebunan.
Mulai dari kondisi alam, kegiatan pemeliharaan tanaman, cara pemetikan, hingga penanganan setelah panen menjadi faktor penting yang menentukan karakter akhir teh yang dihasilkan. Bahkan menurut, Food and Agriculture Organization (FAO), faktor seperti ketinggian lahan, suhu udara, curah hujan, dan kelembapan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman teh serta profil rasa yang dihasilkan.
Diungkapkan kata Devyana Tarigan, Head of Marketing Communications & Public Relations PT Sinar Sosro Gunung Slamat, perkebunan di dataran tinggi dengan suhu lebih sejuk umumnya menghasilkan daun teh dengan pertumbuhan lebih lambat. Proses ini justru menghasilkan karakter dengan aroma yang lebih khas dan wangi.
Pertumbuhan yang lebih lambat justru dianggap ideal karena memberi tanaman lebih banyak waktu untuk membentuk senyawa alami seperti polifenol, asam amino, dan minyak esensial. “Senyawa inilah yang berperan dalam menciptakan aroma yang kaya, lapisan rasa yang lebih mendalam, serta karakter seduhan yang halus,” ujar Devyana Tarigan baru-baru ini dalam memperingati Hari Teh Internasional.
Bahkan, ungkap Devyana, kabut di kawasan pegunungan bisa menghasilkan sensasi teh yang tidak terlalu tajam saat diminum. Sebab, kabut membantu menyaring paparan sinar matahari langsung, sehingga tanaman dapat berkembang lebih optimal.
“Pemahaman terhadap proses alami tersebut menjadi salah satu fondasi yang harus dijaga para produsen teh yang memiliki perkebunan sendiri seperti Sosro,” sambungnya.
Proses Pemetikan
Dipaparkan Devyana untuk menghasilkan teh dengan cita rasa yang konsisten juga membutuhkan ketelitian manusia dalam menentukan daun teh muda mana yang dipetik. Termasuk kapan waktu terbaik untuk memetik, hingga bagaimana daun teh muda diperlakukan setelah dipetik sehingga memenuhi standar layak olah.
Sebab, daun teh muda menjadi bagian yang paling dijaga karena memiliki kandungan dan karakter rasa terbaik. Oleh karenanya proses pemetikan bahan baku teh baiknya dilakukan oleh tenaga terampil secara manual. Tapi bisa juag menggunakan mesin petik baterai yang ramah lingkungan dengan tetap menjaga kualitas daun teh yang layak olah.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
