
seseorang yang mengubah karier di usia lanjut. (Freepik/jcomp)
JawaPos.com - Mengubah karier di usia lanjut sering dianggap sebagai langkah yang berisiko, bahkan oleh banyak orang dipandang “terlambat.” Namun dalam praktiknya, tidak sedikit individu yang justru menemukan kesuksesan, kepuasan hidup, dan makna baru setelah berani beralih jalur di usia yang lebih matang.
Dari sudut pandang psikologi, fenomena ini bukan kebetulan—ada pola karakter dan pola pikir tertentu yang cenderung dimiliki oleh mereka yang berhasil melakukan transisi besar ini.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri utama yang sering muncul pada orang-orang yang sukses mengubah karier di usia lanjut:
1. Memiliki Growth Mindset (Pola Pikir Bertumbuh)
Individu yang berhasil berpindah karier tidak melihat usia sebagai batasan, melainkan sebagai aset. Mereka percaya bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai growth mindset—keyakinan bahwa kecerdasan dan keterampilan bukan sesuatu yang tetap.
Alih-alih berkata “saya sudah terlalu tua untuk belajar hal baru,” mereka justru berpikir, “ini kesempatan untuk berkembang.” Pola pikir ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan.
2. Fleksibel Secara Psikologis
Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan adalah kunci. Orang-orang ini tidak kaku terhadap identitas lama mereka. Mereka bersedia melepaskan label “pekerjaan lama” demi mengejar peluang baru.
Fleksibilitas psikologis juga berarti mampu menghadapi ketidakpastian tanpa panik berlebihan. Mereka menerima bahwa proses transisi bisa membingungkan, tetapi tetap bergerak maju.
3. Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas
Perubahan karier di usia lanjut jarang didorong oleh impuls semata. Biasanya, ada refleksi mendalam tentang makna hidup, nilai pribadi, dan tujuan jangka panjang.
Mereka tidak sekadar “ingin ganti pekerjaan,” tetapi ingin menjalani hidup yang lebih selaras dengan nilai mereka—entah itu kebebasan, kontribusi sosial, kreativitas, atau keseimbangan hidup.
4. Berani Mengambil Risiko yang Terukur
Keberanian bukan berarti nekat. Orang-orang ini tetap mempertimbangkan risiko secara realistis—keuangan, keluarga, dan stabilitas hidup—namun tidak membiarkan rasa takut menghentikan langkah mereka.
Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan risk tolerance yang sehat: mampu menimbang kemungkinan gagal tanpa menjadi lumpuh oleh kecemasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022