Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 01.33 WIB

Orang yang Berhasil Mengubah Karier di Usia Lanjut Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengubah karier di usia lanjut. (Freepik/jcomp) - Image

seseorang yang mengubah karier di usia lanjut. (Freepik/jcomp)



JawaPos.com - Mengubah karier di usia lanjut sering dianggap sebagai langkah yang berisiko, bahkan oleh banyak orang dipandang “terlambat.” Namun dalam praktiknya, tidak sedikit individu yang justru menemukan kesuksesan, kepuasan hidup, dan makna baru setelah berani beralih jalur di usia yang lebih matang.

Dari sudut pandang psikologi, fenomena ini bukan kebetulan—ada pola karakter dan pola pikir tertentu yang cenderung dimiliki oleh mereka yang berhasil melakukan transisi besar ini.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri utama yang sering muncul pada orang-orang yang sukses mengubah karier di usia lanjut:

1. Memiliki Growth Mindset (Pola Pikir Bertumbuh)

Individu yang berhasil berpindah karier tidak melihat usia sebagai batasan, melainkan sebagai aset. Mereka percaya bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai growth mindset—keyakinan bahwa kecerdasan dan keterampilan bukan sesuatu yang tetap.

Alih-alih berkata “saya sudah terlalu tua untuk belajar hal baru,” mereka justru berpikir, “ini kesempatan untuk berkembang.” Pola pikir ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan.

2. Fleksibel Secara Psikologis

Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan adalah kunci. Orang-orang ini tidak kaku terhadap identitas lama mereka. Mereka bersedia melepaskan label “pekerjaan lama” demi mengejar peluang baru.

Fleksibilitas psikologis juga berarti mampu menghadapi ketidakpastian tanpa panik berlebihan. Mereka menerima bahwa proses transisi bisa membingungkan, tetapi tetap bergerak maju.

3. Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Perubahan karier di usia lanjut jarang didorong oleh impuls semata. Biasanya, ada refleksi mendalam tentang makna hidup, nilai pribadi, dan tujuan jangka panjang.

Mereka tidak sekadar “ingin ganti pekerjaan,” tetapi ingin menjalani hidup yang lebih selaras dengan nilai mereka—entah itu kebebasan, kontribusi sosial, kreativitas, atau keseimbangan hidup.

4. Berani Mengambil Risiko yang Terukur

Keberanian bukan berarti nekat. Orang-orang ini tetap mempertimbangkan risiko secara realistis—keuangan, keluarga, dan stabilitas hidup—namun tidak membiarkan rasa takut menghentikan langkah mereka.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan risk tolerance yang sehat: mampu menimbang kemungkinan gagal tanpa menjadi lumpuh oleh kecemasan.

5. Memiliki Ketahanan Mental (Resilience)

Perubahan karier hampir selalu disertai tantangan: penolakan, kegagalan awal, bahkan keraguan dari orang lain. Mereka yang berhasil biasanya memiliki ketahanan mental yang kuat.

Mereka tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan. Sebaliknya, mereka melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai akhir dari perjalanan.

6. Mau Terus Belajar (Lifelong Learning)

Salah satu ciri paling menonjol adalah keinginan untuk terus belajar, bahkan ketika tidak lagi berada di usia “formal” pendidikan.

Mereka aktif mencari pengetahuan baru—melalui kursus, membaca, pelatihan, atau pengalaman langsung. Dalam banyak kasus, kemampuan belajar ini justru menjadi keunggulan dibanding generasi yang lebih muda karena mereka memiliki konteks pengalaman yang lebih luas.

7. Memiliki Dukungan Sosial atau Mampu Membangunnya

Tidak semua orang memiliki sistem dukungan sejak awal, tetapi mereka yang berhasil biasanya mampu membangun jaringan baru.

Baik itu keluarga, teman, mentor, atau komunitas profesional, dukungan sosial membantu mereka tetap termotivasi dan mendapatkan perspektif baru. Secara psikologis, dukungan ini berperan besar dalam menjaga kesehatan mental selama masa transisi.

Mengubah karier di usia lanjut bukan sekadar soal keberanian, tetapi juga tentang kesiapan mental dan pola pikir. Tujuh ciri di atas menunjukkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh bagaimana seseorang memandang diri, belajar, dan merespons perubahan.

Justru di usia yang lebih matang, seseorang sering memiliki keunggulan: pengalaman hidup, kedewasaan emosional, dan pemahaman diri yang lebih dalam. Ketika semua itu dipadukan dengan pola pikir yang tepat, perubahan karier bukan hanya mungkin—tetapi bisa menjadi titik balik terbaik dalam hidup.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore