
seseorang yang mengecilkan volume musik(Freepik/diana.grytsku)
JawaPos.com - Pernahkah Anda menyadari kebiasaan aneh tapi sangat umum ini: saat sedang mengemudi dan mencari alamat—entah itu rumah teman, restoran baru, atau lokasi di peta—tangan Anda secara refleks menurunkan volume musik atau radio di mobil? Padahal, secara logika, suara tidak ada hubungannya dengan kemampuan melihat jalan.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan tanpa makna. Dalam psikologi kognitif, perilaku tersebut bisa dijelaskan melalui berbagai mekanisme otak yang berkaitan dengan perhatian, persepsi, dan beban mental. Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh penjelasan ilmiahnya:
1. Pembagian Perhatian (Divided Attention)
Otak manusia memiliki kapasitas terbatas dalam memproses informasi. Saat Anda mengemudi sambil mencari alamat, perhatian Anda terbagi antara mengendalikan kendaraan, membaca tanda jalan, dan mungkin mengikuti GPS.
Musik yang keras menjadi stimulus tambahan yang “memakan” sebagian perhatian tersebut. Dengan mengecilkan volume, Anda secara tidak sadar mengurangi beban perhatian agar bisa fokus pada tugas utama.
2. Beban Kognitif (Cognitive Load)
Dalam psikologi, ada konsep yang disebut cognitive load atau beban kognitif. Ketika tugas menjadi lebih kompleks—misalnya mencari alamat di jalan yang asing—beban kognitif meningkat.
Musik, terutama yang memiliki lirik atau ritme kompleks, menambah beban ini. Menurunkan volume adalah cara instingtif untuk “mengosongkan ruang” dalam pikiran agar pemrosesan informasi visual dan spasial menjadi lebih optimal.
3. Dominasi Indra Visual
Saat mencari alamat, kita sangat bergantung pada penglihatan: membaca papan jalan, nomor rumah, atau petunjuk arah.
Namun, suara yang kuat bisa mengganggu fokus visual karena otak harus memproses input dari berbagai indra sekaligus. Dengan mengurangi suara, otak dapat lebih memprioritaskan informasi visual.
4. Cross-Modal Interference (Gangguan Antar Indra)
Ini adalah fenomena di mana satu jenis stimulus sensorik mengganggu pemrosesan stimulus lainnya. Dalam kasus ini, suara (audio) bisa mengganggu kemampuan kita dalam memproses informasi visual.
Meski tampaknya tidak berhubungan, otak tetap harus membagi sumber daya untuk keduanya. Maka, mengecilkan volume membantu mengurangi “gangguan silang” tersebut.
5. Respons Stres Ringan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022