Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 23.08 WIB

Orang yang Tidak Pernah Merasa Dicintai Semasa Kecil Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi

seseorang yang merasa tidak pernah benar-benar dicintai. (Freepik/user3980505) - Image

seseorang yang merasa tidak pernah benar-benar dicintai. (Freepik/user3980505)


JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi utama dalam pembentukan kepribadian seseorang. Cara kita diperlakukan, dicintai, dan dihargai oleh orang tua atau pengasuh akan membentuk cara kita memandang diri sendiri dan orang lain di masa depan.

Dalam psikologi, pengalaman emosional di masa kecil—terutama terkait kasih sayang—memiliki dampak jangka panjang yang sangat kuat.

Tidak semua orang tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan kehangatan. Ada yang secara fisik terpenuhi, tetapi secara emosional merasa diabaikan. Ada juga yang tumbuh dalam suasana dingin, penuh kritik, atau bahkan tidak pernah merasakan kedekatan emosional yang aman.

Menariknya, pengalaman ini sering terbawa hingga dewasa, muncul dalam pola perilaku tertentu—kadang tanpa disadari.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 ciri yang sering muncul pada orang dewasa yang tidak pernah benar-benar merasa dicintai semasa kecil, berdasarkan sudut pandang psikologi.

1. Sulit Mempercayai Orang Lain

Orang yang tidak mendapatkan rasa aman emosional di masa kecil cenderung melihat hubungan sebagai sesuatu yang tidak stabil. Mereka mungkin berpikir, “Kalau dulu saja tidak ada yang benar-benar peduli, kenapa sekarang harus percaya?”

Akibatnya, mereka sulit membuka diri, bahkan kepada orang yang sebenarnya tulus. Rasa curiga atau waspada berlebihan menjadi mekanisme perlindungan diri.

2. Merasa Tidak Pernah “Cukup”

Perasaan tidak layak dicintai sering tertanam sejak kecil. Saat dewasa, ini bisa muncul dalam bentuk perfeksionisme atau kebutuhan untuk terus membuktikan diri.

Mereka sering berpikir:

“Aku harus lebih baik lagi.”
“Kalau aku tidak sempurna, orang akan meninggalkanku.”

Padahal, masalahnya bukan pada kemampuan mereka—melainkan luka lama yang belum sembuh.

3. Takut Ditinggalkan

Salah satu ciri paling umum adalah fear of abandonment. Bahkan dalam hubungan yang stabil, mereka bisa merasa cemas berlebihan jika pasangan sedikit berubah sikap.

Hal kecil seperti pesan yang tidak dibalas bisa memicu pikiran:

“Dia mulai menjauh.”
“Aku akan ditinggalkan lagi.”

Ini bukan karena mereka lemah, tapi karena pengalaman masa lalu membentuk pola emosi tersebut.

4. Terlalu Mandiri (Secara Emosional)

Sebagian orang menunjukkan luka dengan menjadi sangat mandiri. Mereka terbiasa mengandalkan diri sendiri karena dulu tidak ada yang bisa diandalkan.

Mereka mungkin berkata:

“Aku tidak butuh siapa-siapa.”
“Lebih aman sendiri.”

Namun di balik itu, sering ada kebutuhan emosional yang terpendam.

5. Sulit Mengekspresikan Perasaan

Jika sejak kecil perasaan mereka diabaikan atau dianggap tidak penting, mereka belajar untuk menekan emosi.

Saat dewasa, ini terlihat sebagai:

Kesulitan mengungkapkan cinta
Tidak nyaman membicarakan perasaan
Terlihat dingin atau tertutup

Padahal, sebenarnya mereka hanya tidak pernah diajarkan cara mengekspresikannya.

6. Mencari Validasi dari Orang Lain

Karena tidak mendapatkan pengakuan emosional yang cukup, mereka cenderung mencari validasi dari luar.

Mereka bisa:

Sangat sensitif terhadap penilaian orang lain
Bergantung pada pujian untuk merasa berharga
Takut mengecewakan orang

Ini adalah upaya untuk mengisi kekosongan yang dulu tidak terpenuhi.

7. Menarik Diri atau Justru Terlalu Melekat

Menariknya, respons bisa berbeda:

Ada yang menjauh dari hubungan (avoidant)
Ada yang justru terlalu melekat (anxious)

Keduanya berasal dari akar yang sama: kebutuhan akan cinta yang tidak terpenuhi di masa kecil.

8. Sulit Menerima Cinta

Ironisnya, ketika akhirnya ada orang yang tulus mencintai mereka, justru terasa asing.

Mereka bisa:

Meragukan ketulusan orang lain
Merasa tidak pantas dicintai
Sabotase hubungan tanpa sadar

Karena bagi mereka, cinta bukan sesuatu yang familiar atau aman.

9. Sering Merasa Kesepian, Bahkan Saat Tidak Sendiri

Kesepian emosional berbeda dari kesepian fisik. Seseorang bisa dikelilingi banyak orang, tapi tetap merasa kosong.

Ini terjadi karena mereka tidak pernah benar-benar merasakan koneksi emosional yang dalam sejak kecil.

Penutup

Penting untuk dipahami bahwa memiliki ciri-ciri di atas bukan berarti seseorang “rusak” atau tidak bisa berubah. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai hasil dari attachment style atau pola keterikatan yang terbentuk sejak kecil.

Kabar baiknya, pola ini bisa disadari, dipahami, dan perlahan diperbaiki.

Beberapa langkah yang bisa membantu:

Mengenali pola diri sendiri
Belajar membangun hubungan yang sehat
Terapi atau konseling psikologis
Melatih self-compassion

Masa kecil memang tidak bisa diulang, tetapi masa depan tetap bisa dibentuk.

Dan yang terpenting: seseorang tetap layak dicintai, bahkan jika dulu tidak pernah merasakannya.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore