
seseorang yang merasa tidak pernah benar-benar dicintai. (Freepik/user3980505)
JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi utama dalam pembentukan kepribadian seseorang. Cara kita diperlakukan, dicintai, dan dihargai oleh orang tua atau pengasuh akan membentuk cara kita memandang diri sendiri dan orang lain di masa depan.
Dalam psikologi, pengalaman emosional di masa kecil—terutama terkait kasih sayang—memiliki dampak jangka panjang yang sangat kuat.
Tidak semua orang tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan kehangatan. Ada yang secara fisik terpenuhi, tetapi secara emosional merasa diabaikan. Ada juga yang tumbuh dalam suasana dingin, penuh kritik, atau bahkan tidak pernah merasakan kedekatan emosional yang aman.
Menariknya, pengalaman ini sering terbawa hingga dewasa, muncul dalam pola perilaku tertentu—kadang tanpa disadari.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 ciri yang sering muncul pada orang dewasa yang tidak pernah benar-benar merasa dicintai semasa kecil, berdasarkan sudut pandang psikologi.
1. Sulit Mempercayai Orang Lain
Orang yang tidak mendapatkan rasa aman emosional di masa kecil cenderung melihat hubungan sebagai sesuatu yang tidak stabil. Mereka mungkin berpikir, “Kalau dulu saja tidak ada yang benar-benar peduli, kenapa sekarang harus percaya?”
Akibatnya, mereka sulit membuka diri, bahkan kepada orang yang sebenarnya tulus. Rasa curiga atau waspada berlebihan menjadi mekanisme perlindungan diri.
2. Merasa Tidak Pernah “Cukup”
Perasaan tidak layak dicintai sering tertanam sejak kecil. Saat dewasa, ini bisa muncul dalam bentuk perfeksionisme atau kebutuhan untuk terus membuktikan diri.
Mereka sering berpikir:
“Aku harus lebih baik lagi.”
“Kalau aku tidak sempurna, orang akan meninggalkanku.”
Padahal, masalahnya bukan pada kemampuan mereka—melainkan luka lama yang belum sembuh.
3. Takut Ditinggalkan
Salah satu ciri paling umum adalah fear of abandonment. Bahkan dalam hubungan yang stabil, mereka bisa merasa cemas berlebihan jika pasangan sedikit berubah sikap.
Hal kecil seperti pesan yang tidak dibalas bisa memicu pikiran:
“Dia mulai menjauh.”
“Aku akan ditinggalkan lagi.”
Ini bukan karena mereka lemah, tapi karena pengalaman masa lalu membentuk pola emosi tersebut.
4. Terlalu Mandiri (Secara Emosional)
Sebagian orang menunjukkan luka dengan menjadi sangat mandiri. Mereka terbiasa mengandalkan diri sendiri karena dulu tidak ada yang bisa diandalkan.
Mereka mungkin berkata:
“Aku tidak butuh siapa-siapa.”
“Lebih aman sendiri.”
Namun di balik itu, sering ada kebutuhan emosional yang terpendam.
5. Sulit Mengekspresikan Perasaan
Jika sejak kecil perasaan mereka diabaikan atau dianggap tidak penting, mereka belajar untuk menekan emosi.
Saat dewasa, ini terlihat sebagai:
Kesulitan mengungkapkan cinta
Tidak nyaman membicarakan perasaan
Terlihat dingin atau tertutup
Padahal, sebenarnya mereka hanya tidak pernah diajarkan cara mengekspresikannya.
6. Mencari Validasi dari Orang Lain
Karena tidak mendapatkan pengakuan emosional yang cukup, mereka cenderung mencari validasi dari luar.
Mereka bisa:
Sangat sensitif terhadap penilaian orang lain
Bergantung pada pujian untuk merasa berharga
Takut mengecewakan orang
Ini adalah upaya untuk mengisi kekosongan yang dulu tidak terpenuhi.
7. Menarik Diri atau Justru Terlalu Melekat
Menariknya, respons bisa berbeda:
Ada yang menjauh dari hubungan (avoidant)
Ada yang justru terlalu melekat (anxious)
Keduanya berasal dari akar yang sama: kebutuhan akan cinta yang tidak terpenuhi di masa kecil.
8. Sulit Menerima Cinta
Ironisnya, ketika akhirnya ada orang yang tulus mencintai mereka, justru terasa asing.
Mereka bisa:
Meragukan ketulusan orang lain
Merasa tidak pantas dicintai
Sabotase hubungan tanpa sadar
Karena bagi mereka, cinta bukan sesuatu yang familiar atau aman.
9. Sering Merasa Kesepian, Bahkan Saat Tidak Sendiri
Kesepian emosional berbeda dari kesepian fisik. Seseorang bisa dikelilingi banyak orang, tapi tetap merasa kosong.
Ini terjadi karena mereka tidak pernah benar-benar merasakan koneksi emosional yang dalam sejak kecil.
Penutup
Penting untuk dipahami bahwa memiliki ciri-ciri di atas bukan berarti seseorang “rusak” atau tidak bisa berubah. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai hasil dari attachment style atau pola keterikatan yang terbentuk sejak kecil.
Kabar baiknya, pola ini bisa disadari, dipahami, dan perlahan diperbaiki.
Beberapa langkah yang bisa membantu:
Mengenali pola diri sendiri
Belajar membangun hubungan yang sehat
Terapi atau konseling psikologis
Melatih self-compassion
Masa kecil memang tidak bisa diulang, tetapi masa depan tetap bisa dibentuk.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
