Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 14.56 WIB

Orang-orang yang Mahir Mendeteksi Peskemampuan membaca ketulusan bukanlah bakat semata—melainkan hasil dari peona Palsu Sering Berasal dari 8 Pengalaman Hidup Ini Menurut Psikologi

seseorang yang pandai mendeteksi pesona palsu. (Freepik/prostock-studio)

JawaPos.com - Tidak semua senyuman itu tulus, dan tidak semua keramahan datang dari hati. Dalam kehidupan sosial, kita sering bertemu orang-orang yang terlihat menawan di permukaan, tetapi menyimpan niat yang tidak sejalan dengan sikap mereka. Menariknya, ada sebagian orang yang tampaknya memiliki “radar alami” untuk mendeteksi pesona palsu ini.

Dilansir dari Expert Editor, menurut kajian dalam psikologi, kemampuan membaca ketulusan bukanlah bakat semata—melainkan hasil dari pengalaman hidup tertentu yang membentuk kepekaan emosional dan intuisi sosial. Orang-orang ini biasanya tidak mudah terpesona oleh kata-kata manis atau sikap yang dibuat-buat.

Lalu, pengalaman hidup seperti apa yang membentuk kemampuan tersebut?

1. Pernah Dikhianati oleh Orang Terdekat

Pengkhianatan adalah pengalaman emosional yang kuat. Ketika seseorang pernah disakiti oleh orang yang mereka percaya—teman, pasangan, atau bahkan keluarga—mereka belajar dengan cepat bahwa tidak semua yang terlihat baik itu benar-benar baik.

Dari pengalaman ini, mereka mulai lebih peka terhadap inkonsistensi antara kata dan tindakan. Mereka belajar membaca tanda-tanda kecil yang sebelumnya mungkin diabaikan.

2. Tumbuh di Lingkungan yang Tidak Stabil Secara Emosional

Orang yang dibesarkan dalam lingkungan penuh konflik atau ketidakpastian emosional sering mengembangkan kemampuan observasi yang tajam. Mereka terbiasa membaca suasana hati orang lain demi bertahan.

Kemampuan ini kemudian berkembang menjadi kepekaan terhadap ekspresi mikro, nada suara, dan bahasa tubuh—yang membantu mereka mengenali kepalsuan.

3. Sering Berinteraksi dengan Beragam Tipe Kepribadian

Semakin banyak seseorang berinteraksi dengan berbagai jenis orang, semakin luas pula pemahaman mereka tentang perilaku manusia. Mereka menjadi terbiasa membedakan mana yang autentik dan mana yang dibuat-buat.

Pengalaman sosial yang luas ini membuat mereka tidak mudah terkesan hanya oleh penampilan luar.

4. Pernah Dimanipulasi Secara Emosional

Manipulasi emosional meninggalkan jejak yang dalam. Orang yang pernah mengalaminya biasanya menjadi lebih waspada terhadap pola-pola manipulatif seperti gaslighting, pujian berlebihan, atau perhatian yang terlalu intens di awal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore