Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 17.52 WIB

Jika Anda Secara Tidak Sadar Melakukan 8 Perilaku Ini, Anda Secara Diam-Diam Memberi Tahu Dunia Bahwa Anda Kurang Percaya Diri Menurut Psikologi

seseorang yang kurang percaya diri. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang kurang percaya diri. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Percaya diri bukan hanya tentang bagaimana Anda merasa di dalam diri, tetapi juga bagaimana Anda menampilkan diri kepada dunia. Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa perilaku kecil sehari-hari bisa “membocorkan” tingkat kepercayaan diri mereka kepada orang lain.

Dalam psikologi, bahasa tubuh, kebiasaan komunikasi, hingga pola pikir memiliki peran besar dalam membentuk persepsi orang terhadap kita. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan justru memberi sinyal bahwa kita ragu pada diri sendiri—meskipun kita tidak bermaksud demikian.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 perilaku yang secara diam-diam menunjukkan kurangnya rasa percaya diri.

1. Terlalu Sering Meminta Maaf

Mengatakan “maaf” memang penting, tetapi jika Anda menggunakannya untuk hal-hal kecil yang tidak perlu, itu bisa menjadi tanda Anda merasa tidak layak atau takut mengganggu orang lain.

Contoh:

“Maaf ganggu ya…”
“Maaf, mungkin ini ide bodoh…”

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan low self-worth—perasaan bahwa keberadaan Anda sendiri adalah beban.

2. Menghindari Kontak Mata

Kontak mata adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal paling kuat. Menghindarinya dapat memberi kesan:

Tidak yakin
Tidak jujur
Tidak nyaman dengan diri sendiri

Orang yang percaya diri cenderung mampu mempertahankan kontak mata secara natural, bukan menatap tajam, tetapi cukup untuk menunjukkan kehadiran dan keyakinan.

3. Sering Meremehkan Diri Sendiri

Pernah mengatakan:

“Ah, saya cuma beruntung kok”
“Saya nggak sepintar itu”

Ini disebut sebagai self-deprecating behavior. Meski terkadang dianggap rendah hati, jika berlebihan justru memberi sinyal bahwa Anda tidak menghargai kemampuan sendiri.

4. Bahasa Tubuh yang Tertutup

Bahasa tubuh sering “berbicara” lebih keras daripada kata-kata. Tanda-tanda umum:

Bahu membungkuk
Tangan menyilang
Postur mengecil

Secara psikologis, ini menunjukkan keinginan untuk “menghilang” atau tidak ingin diperhatikan.

5. Sulit Mengambil Keputusan

Jika Anda:

Terlalu lama memilih hal kecil
Selalu meminta validasi orang lain
Takut membuat kesalahan

Ini bisa menjadi tanda kurangnya kepercayaan terhadap penilaian diri sendiri. Orang yang percaya diri memahami bahwa keputusan tidak harus selalu sempurna.

6. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Perbandingan sosial adalah hal alami, tetapi jika terlalu sering, itu bisa merusak kepercayaan diri.

Pikiran seperti:

“Dia lebih sukses dari saya”
“Saya nggak akan bisa seperti dia”

Ini menciptakan lingkaran negatif yang membuat Anda terus merasa kurang.

7. Takut Mengungkapkan Pendapat

Dalam diskusi, apakah Anda:

Diam meski punya ide
Takut dianggap salah
Menghindari perhatian

Psikologi menyebut ini sebagai fear of judgment. Ketakutan akan penilaian orang lain sering kali lebih besar daripada keinginan untuk berkembang.

8. Terlalu Mencari Persetujuan Orang Lain

Jika Anda selalu membutuhkan validasi sebelum merasa yakin, itu tanda bahwa standar Anda bergantung pada orang lain.

Contoh:

“Menurut kamu ini bagus nggak?”
“Aku oke kan?”

Ketergantungan ini membuat kepercayaan diri menjadi rapuh, karena bergantung pada opini eksternal.

Kenapa Ini Terjadi?

Kurangnya percaya diri biasanya berakar dari:

Pengalaman masa lalu (kritik, kegagalan)
Pola asuh
Lingkungan sosial
Standar diri yang terlalu tinggi

Otak kita secara alami mencoba melindungi diri dari penolakan, tetapi kadang justru membuat kita “mengecilkan diri”.

Cara Mulai Meningkatkan Kepercayaan Diri

Kabar baiknya, kepercayaan diri bisa dilatih. Beberapa langkah sederhana:

Sadari pola perilaku Anda
Ganti self-talk negatif dengan yang lebih realistis
Latih bahasa tubuh terbuka
Ambil keputusan kecil tanpa ragu
Berhenti mencari validasi berlebihan

Perubahan kecil yang konsisten akan membawa dampak besar.

Penutup

Sering kali, bukan kekurangan kemampuan yang membuat seseorang terlihat tidak percaya diri, melainkan kebiasaan kecil yang terus diulang tanpa disadari.

Dengan mengenali tanda-tanda ini, Anda sudah selangkah lebih maju untuk memperbaiki cara Anda memandang diri sendiri—dan bagaimana dunia memandang Anda.

Karena pada akhirnya, kepercayaan diri bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang menerima diri dan berani tampil apa adanya.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore