Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2026 | 18.55 WIB

Orang yang Diam-Diam Mengabaikan Orang Lain dalam Percakapan Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Khas Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengabaikan orang lain dalam percakapan. (Freepik/alexkich) - Image

seseorang yang mengabaikan orang lain dalam percakapan. (Freepik/alexkich)


JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial sehari-hari, percakapan adalah fondasi utama untuk membangun hubungan yang sehat. Namun, tidak semua interaksi berjalan dengan hangat dan penuh perhatian. Ada tipe orang yang tampak hadir secara fisik dalam percakapan, tetapi secara emosional justru menjauh—mereka diam-diam mengabaikan lawan bicara.

Fenomena ini sering kali tidak disadari secara langsung, karena tidak selalu ditunjukkan dengan sikap kasar atau penolakan terang-terangan. Justru, bentuk pengabaian ini sering halus, terselubung, dan sulit dikenali. Menurut perspektif psikologi, perilaku ini bisa mencerminkan pola tertentu dalam cara seseorang berinteraksi dan memproses hubungan sosial.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan ciri khas orang yang diam-diam mengabaikan orang lain dalam percakapan:

1. Kontak Mata yang Minim atau Tidak Konsisten

Salah satu tanda paling jelas adalah kurangnya kontak mata. Orang yang benar-benar terlibat dalam percakapan cenderung menjaga kontak mata sebagai bentuk perhatian dan keterhubungan. Sebaliknya, individu yang mengabaikan sering kali:

Mengalihkan pandangan ke ponsel atau lingkungan sekitar
Menatap kosong tanpa benar-benar “hadir”
Menghindari kontak mata saat lawan bicara berbicara

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan rendahnya keterlibatan emosional.

2. Respons yang Pendek dan Tidak Berkembang

Mereka mungkin tetap menjawab, tetapi responsnya singkat dan tidak mengundang kelanjutan percakapan. Misalnya:

“Oh.”
“Ya.”
“Gitu ya.”

Jawaban seperti ini menunjukkan kurangnya minat untuk menggali lebih dalam atau membangun koneksi.

3. Sering Mengalihkan Topik ke Diri Sendiri

Alih-alih merespons apa yang disampaikan lawan bicara, mereka justru mengarahkan pembicaraan kembali ke diri sendiri. Ini bisa terlihat seperti:

Memotong cerita orang lain
Menghubungkan setiap topik dengan pengalaman pribadi
Tidak menanggapi inti pembicaraan sebelumnya

Dalam banyak kasus, ini berkaitan dengan kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian atau kurangnya empati.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore