Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2026 | 04.44 WIB

Mengapa Uang Digital Terasa Tidak Nyata? Cara Otak Memahami Kepemilikan dan Keamanan Finansial Anda

Ilustrasi Uang Digital (Freepik) - Image

Ilustrasi Uang Digital (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang merasa cemas terhadap kondisi keuangan mereka, bahkan ketika angka di rekening menunjukkan kondisi yang stabil. 

Saat Anda membuka aplikasi perbankan dan melihat saldo yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, secara logika hal tersebut seharusnya memberikan rasa aman. 

Namun, dalam praktiknya, perasaan itu tidak selalu muncul.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan kebiasaan, melainkan berkaitan erat dengan cara kerja otak manusia dalam memproses informasi. 

Uang yang hanya tampil sebagai angka di layar sering kali terasa jauh, sulit disentuh, dan kurang memberikan rasa kepemilikan dibandingkan dengan aset fisik yang nyata.

Artikel ini akan membantu Anda memahami mengapa uang digital terasa kurang nyata, bagaimana otak memprosesnya, serta langkah-langkah praktis untuk membangun kembali rasa aman dan kendali atas keuangan Anda yang dirangkum dari Yourtango.com pada Sabtu (28/03).

1. Perbedaan Cara Otak Memproses Uang Fisik dan Digital
Otak manusia memiliki kecenderungan alami untuk lebih mudah memahami sesuatu yang konkret. 

Uang fisik seperti kertas atau koin memberikan pengalaman langsung melalui sentuhan, penglihatan, dan interaksi. 

Hal ini membuat uang terasa lebih nyata dan benar-benar dimiliki.

Sebaliknya, uang digital hanya hadir dalam bentuk angka yang bersifat abstrak. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore