Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 23.05 WIB

Orang yang Canggung Secara Sosial Biasanya Memiliki 7 Pengalaman Masa Kecil Ini Menurut Psikologi

seseorang yang canggung secara sosial (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang canggung secara sosial (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Tidak semua orang merasa nyaman dalam situasi sosial. Ada yang mudah berbicara, percaya diri, dan cepat beradaptasi. Namun, ada juga yang merasa canggung, gugup, atau bahkan ingin menghindari interaksi sosial sama sekali. Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa kecanggungan sosial sering kali tidak muncul begitu saja—melainkan berakar dari pengalaman masa kecil.

Masa kanak-kanak adalah periode penting dalam pembentukan kepribadian, termasuk bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan berinteraksi dengan orang lain. Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh pengalaman masa kecil yang sering ditemukan pada orang yang tumbuh menjadi canggung secara sosial.

1. Kurangnya Dukungan Emosional dari Orang Tua

Anak yang tumbuh tanpa dukungan emosional yang cukup sering kesulitan memahami dan mengekspresikan perasaan mereka. Ketika orang tua jarang memberikan validasi, pujian, atau perhatian, anak bisa merasa tidak cukup berharga.

Akibatnya, mereka tumbuh dengan rasa tidak percaya diri dan takut dihakimi. Dalam situasi sosial, perasaan ini bisa muncul sebagai kecanggungan, karena mereka terus-menerus meragukan diri sendiri.

2. Terlalu Sering Dikritik atau Dibandingkan

Anak yang sering dikritik atau dibandingkan dengan orang lain cenderung mengembangkan rasa takut melakukan kesalahan. Mereka belajar bahwa setiap tindakan bisa dinilai negatif.

Ketika dewasa, hal ini membuat mereka:

Takut berbicara
Terlalu banyak berpikir sebelum bertindak
Khawatir akan penilaian orang lain

Kecanggungan sosial sering muncul karena mereka merasa “tidak pernah cukup baik”.

3. Minimnya Interaksi Sosial di Masa Kecil

Anak yang jarang berinteraksi dengan teman sebaya—misalnya karena terlalu dilindungi, sering pindah, atau kurang kesempatan bermain—tidak memiliki cukup “latihan sosial”.

Interaksi sosial adalah keterampilan yang perlu dipelajari. Tanpa pengalaman ini, seseorang bisa:

Kesulitan membaca situasi sosial
Tidak tahu bagaimana memulai percakapan
Merasa asing dalam kelompok
4. Pernah Mengalami Bullying atau Penolakan

Pengalaman ditolak, diejek, atau dibully bisa meninggalkan luka psikologis yang dalam. Anak yang mengalami hal ini sering mengembangkan keyakinan bahwa orang lain berbahaya atau tidak bisa dipercaya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore