
seseorang yang canggung secara sosial (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Tidak semua orang merasa nyaman dalam situasi sosial. Ada yang mudah berbicara, percaya diri, dan cepat beradaptasi. Namun, ada juga yang merasa canggung, gugup, atau bahkan ingin menghindari interaksi sosial sama sekali. Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa kecanggungan sosial sering kali tidak muncul begitu saja—melainkan berakar dari pengalaman masa kecil.
Masa kanak-kanak adalah periode penting dalam pembentukan kepribadian, termasuk bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan berinteraksi dengan orang lain. Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh pengalaman masa kecil yang sering ditemukan pada orang yang tumbuh menjadi canggung secara sosial.
1. Kurangnya Dukungan Emosional dari Orang Tua
Anak yang tumbuh tanpa dukungan emosional yang cukup sering kesulitan memahami dan mengekspresikan perasaan mereka. Ketika orang tua jarang memberikan validasi, pujian, atau perhatian, anak bisa merasa tidak cukup berharga.
Akibatnya, mereka tumbuh dengan rasa tidak percaya diri dan takut dihakimi. Dalam situasi sosial, perasaan ini bisa muncul sebagai kecanggungan, karena mereka terus-menerus meragukan diri sendiri.
2. Terlalu Sering Dikritik atau Dibandingkan
Anak yang sering dikritik atau dibandingkan dengan orang lain cenderung mengembangkan rasa takut melakukan kesalahan. Mereka belajar bahwa setiap tindakan bisa dinilai negatif.
Ketika dewasa, hal ini membuat mereka:
Takut berbicara
Terlalu banyak berpikir sebelum bertindak
Khawatir akan penilaian orang lain
Kecanggungan sosial sering muncul karena mereka merasa “tidak pernah cukup baik”.
3. Minimnya Interaksi Sosial di Masa Kecil
Anak yang jarang berinteraksi dengan teman sebaya—misalnya karena terlalu dilindungi, sering pindah, atau kurang kesempatan bermain—tidak memiliki cukup “latihan sosial”.
Interaksi sosial adalah keterampilan yang perlu dipelajari. Tanpa pengalaman ini, seseorang bisa:
Kesulitan membaca situasi sosial
Tidak tahu bagaimana memulai percakapan
Merasa asing dalam kelompok
4. Pernah Mengalami Bullying atau Penolakan
Pengalaman ditolak, diejek, atau dibully bisa meninggalkan luka psikologis yang dalam. Anak yang mengalami hal ini sering mengembangkan keyakinan bahwa orang lain berbahaya atau tidak bisa dipercaya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
