
seseorang yang mengingat kebiasaan saat sekolah (Freepik/stockking)
JawaPos.com - Banyak orang mengira kemampuan belajar hanya kuat saat masih duduk di bangku sekolah. Padahal, menurut berbagai penelitian dalam psikologi kognitif dan ilmu saraf, otak manusia tetap plastis, mampu berubah dan berkembang, sepanjang hidup. Konsep ini dikenal sebagai neuroplasticity.
Menariknya, beberapa kebiasaan sekolah yang dulu terasa biasa saja ternyata merupakan “latihan otak” yang sangat kuat. Jika Anda masih mengingat—atau bahkan masih menerapkan—kebiasaan-kebiasaan ini, besar kemungkinan otak Anda masih bekerja dengan cepat dan efisien dalam menyerap informasi baru.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 kebiasaan sekolah yang mungkin sudah jarang dilakukan, tetapi menurut psikologi, sangat berkaitan dengan kemampuan belajar yang tajam.
1. Mencatat dengan Tangan, Bukan Sekadar Mengetik
Sebelum laptop dan tablet mendominasi ruang kelas, kita terbiasa menulis catatan dengan tangan. Menurut penelitian dari Princeton University dan University of California, Los Angeles, menulis tangan membantu pemrosesan informasi yang lebih dalam dibandingkan mengetik.
Ketika menulis, otak dipaksa untuk:
Menyaring informasi
Memahami inti materi
Mengorganisasi ulang dalam bahasa sendiri
Jika Anda masih suka mencatat poin penting saat belajar sesuatu yang baru, itu tanda otak Anda masih aktif melakukan deep processing.
2. Mengulang Pelajaran dengan Suara Keras
Dulu mungkin Anda pernah membaca materi sambil berbicara pelan atau menghafal dengan suara keras. Teknik ini dikenal dalam psikologi sebagai production effect.
Penelitian menunjukkan bahwa membaca dengan suara keras membuat informasi lebih mudah diingat dibandingkan hanya membaca dalam hati. Aktivitas ini melibatkan lebih banyak jalur sensorik—visual, auditori, dan motorik—sehingga memperkuat jejak memori.
Jika Anda masih melakukan ini saat mempelajari hal baru, itu pertanda otak Anda tahu cara memperkuat ingatan secara alami.
3. Mengajarkan Kembali Materi kepada Orang Lain

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
