
Ilustrasi toko offline merek Kami. (IST)
JawaPos.com - Menjamurnya berbagai model busana sopan atau tertutup di Indonesia menjadi angin segar menuju visi besar Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Hal ini diyakini dapat menarik wisatawan mancanegara untuk menjadikan Indonesia sebagai negara rujukan modest fashion dunia.
Istafiana Candarini, Pendiri brand modest fashion lokal Indonesia, Kami, mengatakan bahwa dengan semakin menjamurnya modest fashion di Nusantara itu menjadi langkah yang baik untuk mewujudkan mimpi besar jadi rujukan dunia.
"Itu baik banget sih kalau menurut aku. Karena, ya itu tadi ya, misalkan kita di Swiss gitu, jam tangan ya dari mulai yang murah sampai yang mahal banget itu ada di sana gitu. Tinggal si customer itu maunya yang mana," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (16/10).
Dengan semakin beragamnya modest fashion di Indonesia dengan berbagai coraknya, ia meyakini bahwa dunia akan menjadikan negara ini sebagai rujukan saat hendak berbelanja busana sopan tersebut.
"Jadi emang menurut aku gak ada salahnya sih. Karena nantinya ya customer akan memutuskan yang sesuai dengan karakter dan buying powernya mereka tuh mereka mau belanja di mana gitu," tuturnya.
Bersamaan dengannya, perempuan yang akrab disapa Irin itu juga meyakini bahwa secara kualitas dan desain, modest fashion hasil tangan desainer Indonesia sudah sangat bisa bersaing di dunia internasional.
"Karena di kita tuh banyak banget genre baju muslim. Dari mulai yang modern, yang kontemporer, yang konservatif, yang incorporate, Indonesian culture juga ada. Jadi kalau misalkan secara keberagaman dan keunggulan sebagai sentra mode dunia tuh kita udah megang banget," paparnya.
Adapun di negara lain, modest fashion ini masih sangat terbatas pada desain yang kultural sesuai dengan negaranya masing-masing.
Bukan tanpa alasan, Irin menyebut sambutan dunia terhadap modest fashion hasil tangan desainer Indonesia sangat antusias. Hal itu terbukti saat modest fashion Indonesia dipamerkan di ajang fashion show dunia, termasuk di New York.
"Mereka semangat banget ngelihatnya karena ya itu tadi ya, segala genre ada. Waktu itu aku kan show barengan sama brand-brand yang berbeda karakter desainnya kan. Jadi ada yang nightgown, ada yang mainnya tuh, yang nightgown tadi tuh yang bordir-bordir dicampur sama batik. Terus ada juga yang kayak kami yang sangat urban stylenya. Terus ada juga yang baju sehari-hari tapi flowy-flowy, very feminine gitu ya, itu ada juga gitu," tuturnya.
"Jadi mereka kayak wow, this is actually very nice gitu," imbuhnya.
Dengan antusiasme dunia internasional terhadap produksi modest fashion Indonesia, Irin meyakini bahwa customer akan lebih percaya dan berpengaruh pada produksi.
"Customer kita pasti sangat excited ngelihat kancah kita di dunia internasional gitu, seberapa besar ataupun seberapa kecilnya itu," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022