
Ilustrasi royal jelly (Dok. Alodokter)
JawaPos.com - Royal jelly sering kali disebut sebagai "superfood" dari lebah karena diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan, mulai dari meredakan gejala PMS hingga membantu penyembuhan luka. Zat berwarna putih krem ini merupakan hasil produksi lebah muda yang digunakan untuk memberi makan larva ratu lebah. Kaya akan nutrisi penting, royal jelly juga dikenal memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi yang dipercaya menjadi dasar dari berbagai klaim manfaatnya.
Secara alami, royal jelly mengandung komposisi yang sangat bergizi. Sekitar 50–60 persen dari zat ini terdiri dari air, 18 persen protein, 15 persen karbohidrat, 3–6 persen lemak, serta 1,5 persen mineral. Kandungan ini membuat royal jelly menjadi sumber nutrisi yang cukup lengkap. Selain itu, royal jelly juga mengandung sejumlah vitamin B kompleks dan senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan alami, membantu tubuh melawan radikal bebas dan mendukung sistem imun.
Dilansir melalui Medical News Today, kombinasi antara protein, karbohidrat, dan lemak sehat menjadikan royal jelly bukan hanya bermanfaat bagi metabolisme, tetapi juga mendukung fungsi sel tubuh secara keseluruhan. Karena itulah, banyak orang mengonsumsinya baik dalam bentuk kapsul, gel, maupun dengan cara dioleskan langsung ke kulit.
Manfaat Royal Jelly bagi Kesehatan Perempuan
Salah satu manfaat royal jelly yang paling sering dibicarakan adalah kemampuannya dalam meredakan gejala menopause dan sindrom pramenstruasi (PMS). Sebuah penelitian pada tahun 2011 mengamati efek kombinasi empat bahan alami, termasuk royal jelly, terhadap gejala menstruasi pada 120 perempuan. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi kapsul yang mengandung royal jelly mengalami perbaikan gejala yang lebih signifikan dibanding kelompok plasebo.
Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa konsumsi 150 miligram royal jelly setiap hari selama tiga bulan dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol pada perempuan pascamenopause. Efek ini diyakini berkaitan dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi royal jelly yang mendukung kesehatan jantung serta menjaga keseimbangan hormon.
Pada kasus PMS, penelitian tahun 2014 yang melibatkan 110 peserta menemukan bahwa konsumsi royal jelly setiap hari selama dua siklus menstruasi mampu mengurangi tingkat keparahan gejala, seperti kram perut, mudah marah, dan kelelahan. Hasil ini memperlihatkan potensi royal jelly sebagai suplemen alami untuk membantu menyeimbangkan hormon wanita.
Potensi dalam Penyembuhan Luka dan Diabetes
Selain manfaat hormonal, royal jelly juga diyakini dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian dalam jurnal Nutrition Research and Practice menunjukkan bahwa royal jelly dapat meningkatkan aktivitas sel fibroblas, yaitu sel yang berperan penting dalam regenerasi jaringan kulit. Dengan meningkatnya pergerakan fibroblas, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih cepat dan efisien.
Tak hanya itu, royal jelly juga menunjukkan potensi positif bagi penderita diabetes tipe 2. Dalam sebuah studi yang melibatkan 50 perempuan dengan diabetes, mereka yang mengonsumsi 1 gram royal jelly setiap hari selama delapan minggu mengalami penurunan kadar gula darah dibanding kelompok plasebo. Walau hasilnya menjanjikan, para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut dengan jumlah peserta yang lebih besar untuk memastikan efektivitasnya.
Manfaat ini kemungkinan berasal dari kemampuan royal jelly dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan menekan stres oksidatif, dua faktor yang berperan penting dalam pengelolaan diabetes.
Keamanan dan Cara Penggunaan Royal Jelly
Meskipun royal jelly berasal dari bahan alami, penggunaannya tetap perlu kehati-hatian. Produk ini tidak diatur secara resmi oleh badan pengawas seperti FDA di Amerika Serikat, sehingga kandungan tiap produk bisa berbeda. Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa royal jelly dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki riwayat asma atau alergi terhadap produk lebah.
Gejala yang perlu diwaspadai setelah mengonsumsi royal jelly meliputi gatal berlebihan, biduran, sesak napas, gangguan pencernaan, mual, pusing, hingga muntah. Jika hal ini terjadi, penggunaan harus segera dihentikan dan dikonsultasikan dengan dokter. Royal jelly juga dapat berinteraksi dengan obat tertentu, seperti obat tekanan darah, sehingga konsultasi medis sebelum konsumsi sangat dianjurkan.
Dalam penggunaannya, royal jelly tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari gel segar, bubuk kering, hingga kapsul. Tidak ada panduan dosis resmi, tetapi disarankan untuk memulai dari jumlah kecil dan memperhatikan reaksi tubuh.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
