Alasan kebiasaan scroll sosial media bisa merusak mental dan energi (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu membuka ponsel hanya untuk "cek sebentar", lalu tanpa sadar sudah scrolling selama satu jam? Setelah itu kamu kamu mungkin akan merasakan kepala terasa berat, pikiran lelah, dan hati tidak tenang.
Jika kamu pernah mengalaminya, itulah dia yang disebut doomscrolling, atau kebiasaan scrolling/menggulir media sosial tanpa henti yang bisa perlahan menguras energi mental dan emosionalmu.
Menurut penjelasan dalam salah satu video mengenai doomscrolling di kanal Youtube psikologi populer yaitu Psych2Go, fenomena scrolling sosial media tanpa henti bukan sekadar hal sepele. Bagi banyak orang, terutama Generasi Z, Milenial, dan Gen Alpha, doomscrolling sudah menjadi kebiasaan harian yang sulit dihentikan. Padahal punya dampak yang jauh lebih jahat dari yang kita kira.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada otak, tubuh, dan emosi kita saat doomscrolling menjadi rutinitas sehari-hari? Berikut penjelasannya, yuk baca hingga akhir!
Apa Itu Doomscrolling?
Sederhananya, doomscrolling adalah kebiasaan scrolling atau mengonsumsi konten secara berlebihan di sosial media. Kamu seakan terjebak pada dunia digital karena terbuai dengan suguhan konten-konten yang tak ada habisnya. Mulai dari TikTok, YouTube, Instagram Reels dan lain-lain.
Mungkin jika yang ditonton hal-hal yang bermanfaat misalnya untuk belajar atau mendengarkan podcast yang punya value tertentu, bermain sosmed menjadi lebih sehat. Masalahnya, doomscrolling yang kita alami sekarang, malah jauh dari pengetahuan, melainkan hanya sekadar video receh yang tidak punya manfaat atau bahkan menyebarkan informasi hoaks.
Lalu apa saja dampak buruk dari doomscrolling untuk otakmu, mentalmu, dan kehidupanmu?
1. Menyebabkan Kelelahan Emosional
Bahaya utama doomscrolling bukan hanya isi kontennya, tapi efek kelelahan emosional pasif. Video demi video membuat otakmu terus menyesuaikan diri dengan perubahan emosi yang ekstrem. Seperti tertawa, sedih, iri, takut, dan bahagia, semuanya terjadi dalam hitungan detik.
Ketika hal ini menjadi rutinitas, keseimbangan emosionalmu mulai terganggu. Kebahagiaan terasa datar, hal-hal kecil terasa berat, dan kesedihan bertahan lebih lama dari seharusnya.
Otak yang terbiasa dengan stimulasi konstan juga membuat ketenangan terasa membosankan. Hening menjadi tidak nyaman, dan kamu mulai kehilangan kemampuan untuk benar-benar beristirahat secara emosional.
2. Otakmu Mulai Lelah dan Sulit Fokus
Pernahkah kamu membuka aplikasi lalu lupa untuk apa? Atau merasa tidak ingat apa yang baru saja kamu tonton? Itu tanda kelelahan kognitif (cognitive fatigue) yaitu kondisi ketika otakmu kewalahan oleh terlalu banyak informasi emosional.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
