Inilah Bagaimana Trauma Bisa Mengubah Otak dan Untuk Sembuh Dari Trauma yang Telah Lama (Freepik/ Drazen Zigic)
JawaPos.com - Pernahkah kamu tiba-tiba merasa seperti lepas dari kenyataan? Seakan kamu sedang berada di alam yang berbeda Atau jantung berdebar kencang karena hal kecil yang sebenarnya biasa saja, tidak berbahaya, dan kamu tak tahu alasannya?
Jika kamu pernah merasakannya, tenang kamu tidak sendirian. Itu adalah cara otakmu berusaha melindungi diri dari trauma, bahkan meski trauma tersebut sebenarnya sudah bersemayam lama di dalam diri.
Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, trauma tidak hanya mengubah kita secara emosional, tetapi juga secara neurologis. Otak yang dulunya bekerja secara seimbang bisa “terjebak” dalam mode bertahan hidup terus menerus, dan membentuk cara berpikir baru dalam merasakan, dan merespons dunia.
Disini akan dibahas tentang bagaimana trauma mengubah struktur otak dan, yang lebih penting, bagaimana proses penyembuhan bisa membantu otak pulih dan kembali tenang. Yuk baca sampai akhir!
Bagaimana Trauma Mengubah Struktur Otak
Bayangkan otakmu seperti bandara besar dengan banyak bagian yang punya fungsi berbeda. Bagian-bagian tersebbut meliputi:
Prefrontal cortex sebagai menara kontrol. Bagian rasional otak yang membantu mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan menenangkan diri.
Amygdala berperan sebagai sistem alarm. Bagian kecil berbentuk almond yang mendeteksi bahaya dan memberi sinyal untuk bertahan, dan
Hippocampus sebagai bagasi. Bagian yang mengatur dan memproses memori, menentukan mana yang penting dan mana yang bisa disimpan.
Ketika seseorang mengalami trauma, sistem ini menjadi kacau. Amygdala bekerja terlalu aktif, memicu rasa takut dan kewaspadaan berlebihan terhadap hal-hal kecil yang sebenarnya aman.
Sebaliknya, prefrontal cortex menjadi kurang aktif, membuat kita sulit mengatur emosi, fokus, dan berpikir jernih. Itulah mengapa saat panik, kita menjadi kesulitan berpikir dengan logis.
Sementara itu, hippocampus bisa menyusut akibat stres berat, yang menyebabkan gangguan memori dan kesulitan memproses informasi baru. Ini menjelaskan kenapa banyak orang yang mengalami trauma sulit mengingat bagian tertentu dari masa kecilnya, atau bereaksi dengan hal-hal sepele yang sebenarnya aman.
Efek Dissociation - Saat Otak Memutus Sementara Hubungan dengan Realita

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
