Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 16.21 WIB

Ternyata Beda! Ini Fungsi Whitening dan Brightening yang Wajib Diketahui Pengguna Skincare

Ilustrasi penggunaan skincare brightening (Freepik) - Image

Ilustrasi penggunaan skincare brightening (Freepik)

JawaPos.com - Merawat kulit wajah kini sudah jauh melampaui sekadar membersihkan dan melembabkan.

Banyak produk di pasaran yang menjanjikan “kulit lebih cerah” melalui klaim seperti whitening atau brightening. Namun bagi konsumen awam, perbedaan kedua istilah ini sering membingungkan apakah sama, atau ada fungsi yang berbeda?

Menurut Esmoir, istilah brightening dan whitening memiliki makna dan cara kerja yang berbeda dari segi bahan aktif dan hasil yang diharapkan. Sementara Avoskin juga menjelaskan bahwa whitening bekerja dengan menghambat produksi melanin, sedangkan brightening lebih fokus pada eksfoliasi dan memperbaiki kondisi kulit agar tampak lebih bercahaya.

Memahami perbedaan di antara keduanya menjadi penting agar kamu bisa memilih skincare yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit bukan sekadar termakan label marketing. Berikut penjelasan lebih rinci mengenai fungsi brightening dan fungsi whitening dalam skincare.

Fungsi Brightening: Mencerahkan Secara Alami dan Bertahap

Produk brightening bertujuan memulihkan kilau alami kulit dan mengurangi tampilan kusam tanpa merusak pigmen kulit asli. Brightening bekerja dengan mengangkat sel kulit mati, memperbaiki tekstur kulit, dan meratakan warna kulit secara lembut.

Bahan aktif yang umum digunakan dalam produk brightening meliputi vitamin C, niacinamide, AHA/BHA, atau ekstrak tumbuhan yang lembut. Produk dengan formula brightening cenderung lebih aman untuk penggunaan jangka panjang karena tidak mengusik produksi melanin secara langsung.

Dengan pemakaian rutin, hasilnya biasanya lebih halus, kulit tampak segar dan bercahaya, serta noda ringan seperti bekas jerawat bisa tersamarkan. Tapi efeknya tidak instan, dibutuhkan konsistensi dan perlindungan seperti sunscreen agar hasil tidak batal karena paparan sinar UV.

Fungsi Whitening: Mencerahkan Lewat Hambatan Produksi Melanin

Berbeda dari brightening, whitening lebih agresif dalam “memutihkan” kulit. Whitening bekerja dengan cara menghambat enzim tirosinase, yang berperan dalam produksi melanin pada kulit.

Dalam praktiknya, produki biasanya mengandung bahan aktif seperti hydroquinone, arbutin dosis tinggi, atau bahan pemutih kuat lainnya. Risiko iritasi, ketidakstabilan warna kulit, atau efek negatif jangka panjang sering dikaitkan dengan penggunaan whitening yang tidak tepat.

Meskipun hasil whitening bisa tampak lebih cepat dibanding brightening, pendekatannya cenderung lebih ekstrem dan tak cocok untuk semua jenis kulit. Terutama bila tanpa pengawasan ahli, efek samping seperti kulit belang atau sensitif terhadap sinar matahari bisa muncul.

Pengetahuan tentang fungsi brightening dan whitening bukan hanya soal estetika, melainkan juga soal kesehatan dan keamanan kulit.

Memilih produk yang sesuai bisa menentukan apakah kulitmu akan bertumbuh sehat atau justru mengalami stres akibat formula yang terlalu keras. Ditekankan bahwa brightening cenderung lebih aman dan inklusif dibanding whitening, terutama untuk penggunaan jangka panjang.

Jadi, saat kamu melihat label “brightening” atau “whitening” di kemasan produk, berhentilah sejenak dan baca kandungan aktifnya, pertimbangkan kondisi kulitmu, dan pastikan bahwa perlindungan sinar matahari (sunscreen) selalu menjadi bagian dari rutinitasmu.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore