Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Oktober 2025 | 00.20 WIB

Orang-orang yang Berubah dari Diremehkan Menjadi Dihormati Sering Melakukan 8 Perubahan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang kini dihormati (Freepik/pressfoto) - Image

seseorang yang kini dihormati (Freepik/pressfoto)

JawaPos.com - Dalam perjalanan hidup, tidak sedikit orang yang pernah diremehkan—karena dianggap tidak cukup pintar, tidak cukup berani, atau tidak punya potensi untuk sukses.

Namun, waktu sering kali menjadi saksi bahwa sebagian dari mereka justru berubah menjadi pribadi yang kuat, karismatik, dan dihormati banyak orang.


Psikologi menyebut transformasi semacam ini bukanlah keajaiban, melainkan hasil dari perubahan cara berpikir, sikap, dan kebiasaan yang terjadi secara mendalam. 

Mereka tidak sekadar ingin membuktikan diri, tetapi benar-benar berevolusi menjadi versi terbaik dari dirinya.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (7/10), terdapat delapan perubahan besar yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berhasil bertransformasi dari yang diremehkan menjadi yang dihormati.

1. Mereka Berhenti Mencari Validasi dari Orang Lain

Orang yang dulu diremehkan sering kali berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan. Namun, saat mereka mulai tumbuh, mereka sadar bahwa validasi sejati datang dari dalam diri sendiri.

Menurut teori self-determination dalam psikologi, kebutuhan akan otonomi dan kompetensi mendorong seseorang untuk fokus pada pengembangan diri, bukan pada penilaian orang lain. 

Dari sini, mereka belajar untuk menilai diri sendiri berdasarkan progres, bukan pujian.

2. Mereka Mengubah Rasa Sakit Menjadi Bahan Bakar Motivasi

Rasa diremehkan memang menyakitkan, tapi bagi sebagian orang, luka itu menjadi energi pendorong. 

Mereka tidak tenggelam dalam rasa rendah diri, melainkan menggunakannya sebagai motivasi untuk membuktikan kemampuan mereka.

Dalam psikologi motivasi, hal ini disebut post-traumatic growth — proses di mana individu berkembang pesat setelah mengalami tekanan emosional atau kegagalan. 

Mereka belajar: rasa sakit bukan untuk ditangisi, tapi untuk ditempa menjadi kekuatan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore