Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 03.35 WIB

8 Tanda Awal Demensia yang Sering Diabaikan Selain Kehilangan Memori

Ilustrasi wajah seseorang menunjukkan kebingungan dan ekspresi cemas, menggambarkan kesulitan dalam pemikiran atau emosi. (pixabay) - Image

Ilustrasi wajah seseorang menunjukkan kebingungan dan ekspresi cemas, menggambarkan kesulitan dalam pemikiran atau emosi. (pixabay)

JawaPos.com - Kebanyakan orang langsung mengaitkan demensia dengan masalah kehilangan daya ingat sebagai gejala utamanya. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Padahal, ada beberapa gejala non-memori yang muncul lebih awal dan sering terlewatkan. Tanda-tanda ini dapat sangat halus sehingga kita menganggapnya sebagai bagian dari penuaan biasa.

Melansir dari Geediting.com Kamis (2/10), penting sekali untuk menyadari adanya tanda-tanda non-memori ini. Memahami hal ini dapat membantu deteksi dini dan intervensi yang tepat bagi yang membutuhkan. Mari kita cermati delapan tanda awal demensia yang tidak berhubungan dengan ingatan.

1. Perubahan Halus Suasana Hati atau Kepribadian

Perubahan kepribadian yang perlahan-lahan terjadi sering menjadi tanda awal yang terabaikan. Seseorang mungkin menjadi lebih cemas, mudah tersinggung, atau bahkan menunjukkan tanda-tanda depresi. Perubahan ini dapat terjadi bertahap, dan penderitanya sendiri sering tidak menyadarinya.

2. Kesulitan Menemukan Kata yang Tepat

Penderita demensia dini mungkin mulai sering terhenti di tengah kalimat. Mereka berjuang keras untuk menemukan kata yang ingin diucapkan saat berkomunikasi. Padahal, percakapan yang dulu mengalir lancar kini menjadi tugas yang menantang.

3. Kesulitan dalam Pemikiran Abstrak

Ini bukan hanya tentang lupa letak dompet, tetapi kesulitan memahami konsep-konsep. Contohnya, mereka mungkin bingung bahwa selembar uang bernilai tertentu dapat ditukar dengan barang. Hal ini menunjukkan dampak penyakit pada kognitif yang lebih luas.

4. Kesulitan Menyelesaikan Tugas yang Dikenal

Melakukan tugas-tugas harian yang sudah akrab dapat menjadi semakin sulit bagi mereka. Ini melibatkan kesulitan mengikuti urutan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini melampaui lupa dan menyentuh kemampuan eksekutif otak.

5. Menjadi Kurang Bersosialisasi

Orang yang tadinya sangat ramah dan suka bergaul mungkin mulai menarik diri dari aktivitas sosial. Mereka menghindari pertemuan karena merasa kewalahan atau sulit mengikuti percakapan. Perubahan ini merupakan indikator penting yang menunjukkan mereka mulai terputus dari dunia sosial.

6. Sering Salah Menaruh Barang Secara Tidak Logis

Seseorang bisa saja menaruh barang di tempat yang sama sekali tidak masuk akal. Ini menunjukkan adanya perjuangan otak dalam mengelola kesadaran spasial dan penempatan barang yang logis. Fenomena ini bukanlah sekadar lupa sederhana.

7. Perubahan dalam Penampilan dan Kebersihan Pribadi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore