
Ilustrasi proses bleaching pada rambut (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bleaching rambut kini menjadi langkah penting bagi banyak orang yang ingin tampil dengan warna rambut terang atau unik, namun pemula sering bingung mengenai level bleaching yang tepat agar hasilnya maksimal tanpa kerusakan parah. Penentuan level bleaching yang sesuai bisa membuat cat rambut menyala sebagaimana yang diinginkan, tetapi jika salah memilih level bisa membahayakan kesehatan rambut dan kulit kepala.
Menurut Rudy Hadisuwarno pada lamannya, level bleaching mengacu pada tingkatan proses pemutihan rambut yang menunjukkan seberapa banyak pigmen warna alami rambut diangkat (melanin) hingga tingkat cahaya tertentu. Sementara itu, laman Garnier Indonesia menjelaskan bahwa tiap level bleaching menghasilkan intensitas keterangan berbeda, yang berpengaruh terhadap warna akhir dan potensi kerusakan rambut.
Berikut ini penjelasan berbagai level bleaching rambut beserta karakteristiknya:
Level 1–6 (Bleaching ringan hingga sedang)
Pada level ini, pigmen warna rambut diangkat sebagian dan rambut akan berubah menjadi warna kuning keemasan atau kuning terang. Level ini cocok bagi yang ingin perubahan warna tidak ekstrem dan tetap terkesan natural.
Level 6–7 (Menengah–terang)
Di kisaran level ini, rambut mulai menunjukkan warna cokelat terang atau pirang cokelat dengan nuansa orange. Pada level 7 sering muncul nada oranye yang harus dinetralisir jika ingin warna seperti ash atau abu.
Level 8 (Tingkatan tinggi)
Pada level 8, sebagian besar pigmen diangkat sehingga rambut terlihat pirang terang namun masih dengan sedikit nuansa kuning. Produk bleaching mereka bisa membantu mencapai level 8 pada rambut gelap dengan perawatan yang tepat.
Level 9–10 (Level maksimal)
Ini adalah level paling agresif, di mana hampir semua pigmen alami diangkat, menghasilkan warna pirang pucat hingga putih. Namun begitu, risiko kerusakan rambut, kerapuhan, dan kering meningkat sangat tinggi.
Semakin tinggi level bleaching yang ditargetkan, semakin tinggi pula kemungkinan rambut menjadi rapuh, patah, kehilangan kelembaban, dan kulit kepala mengalami iritasi. Pentingnya jeda antar sesi bleaching agar rambut punya waktu pulih.
Pemilihan level bleaching yang aman bergantung pada kondisi rambut awal (hitam, cokelat, atau sudah pernah diwarnai), ketebalan helai rambut, dan kekuatan bahan kimia yang digunakan. Formula bleach berkualitas dengan bahan tambahan seperti oil power dapat membantu mengurangi kerusakan saat mengejar level tinggi.
Setelah melakukan bleaching, rambut memerlukan produk perawatan intensif seperti masker, kondisioner, dan serum yang diformulasikan untuk rambut diwarnai. Juga penting menggunakan shampo bebas sulfat dan rutin memberi nutrisi agar rambut tidak kering parah.
Secara keseluruhan, memahami perbedaan level bleaching rambut adalah fondasi penting sebelum melakukan perubahan warna. Dengan memilih level yang sesuai dan melakukan perawatan yang tepat, anda bisa meraih warna rambut impian tanpa mengorbankan kesehatan rambut.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
