JawaPos.com - Di era digital, ponsel seakan menjadi perpanjangan tangan manusia.
Notifikasi, pesan singkat, hingga media sosial membuat sebagian orang sulit melepaskan diri darinya, bahkan saat sedang berbincang dengan orang lain.
Fenomena ini dikenal dengan istilah phubbing (phone snubbing), yaitu kebiasaan mengecek ponsel ketika berada di tengah interaksi sosial.
Psikologi menilai bahwa kebiasaan ini tidak sekadar soal gengsi atau ingin terlihat sibuk, melainkan sering kali mencerminkan sisi kepribadian tertentu dari seseorang.
Dilansir dari Geediting pada Senin (29/9), terdapat tujuh ciri kepribadian yang biasanya dimiliki orang yang terus-menerus mengecek ponselnya meski sedang mengobrol.
1. Cenderung Mudah Cemas (Anxious Personality)
Bagi sebagian orang, ponsel adalah alat pengontrol rasa aman. Mereka merasa khawatir jika ada pesan penting yang terlewat atau informasi terbaru yang tertinggal.
Kecemasan sosial atau FOMO (fear of missing out) membuat mereka tak bisa tenang jika tidak memantau layar ponselnya secara berkala.
2. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Mereka yang suka mengecek ponsel di tengah obrolan biasanya punya rasa ingin tahu besar terhadap dunia luar.
Otak mereka terbiasa dengan arus informasi cepat, sehingga muncul dorongan untuk selalu memastikan ada hal baru yang bisa diketahui, meski itu mengganggu fokus pada lawan bicara.
3. Kurang Mampu Mengelola Fokus
Psikologi menyebutkan bahwa individu dengan kontrol atensi rendah cenderung lebih sering teralihkan oleh stimulus eksternal, termasuk notifikasi ponsel.
Mereka sulit menjaga konsentrasi penuh pada percakapan, sehingga interaksi tatap muka sering terpecah karena perhatian tersedot ke layar.
4. Ingin Selalu Terhubung dan Diterima Sosial
Kebiasaan ini juga bisa mencerminkan kebutuhan kuat untuk merasa terhubung dengan jaringan sosialnya.
Mereka merasa dihargai saat pesan dibalas cepat, tanda bahwa hubungan sosial tetap terjaga.
Dalam bahasa psikologi, ini terkait dengan kebutuhan afiliasi, yaitu keinginan untuk selalu dekat dengan orang lain, meski secara digital.
5. Cenderung Impulsif
Orang yang tak tahan untuk segera mengecek ponsel biasanya memiliki kepribadian impulsif.
Begitu ada stimulus, seperti bunyi notifikasi, mereka langsung bereaksi tanpa menimbang situasi.
Impulsivitas ini membuat mereka sulit menunda keinginan, meski sedang berada dalam percakapan penting.
6. Kurang Peka terhadap Norma Sosial
Mengecek ponsel di tengah percakapan kadang dianggap tidak sopan. Namun, orang yang terbiasa melakukannya bisa jadi memiliki tingkat sensitivitas sosial yang lebih rendah.
Mereka kurang memperhatikan bahasa tubuh atau perasaan lawan bicara, karena fokus lebih banyak diarahkan pada kebutuhan pribadi.
7. Berorientasi pada Multi-Tasking
Ada pula sisi positif: orang dengan kebiasaan ini sering kali terbiasa mengerjakan banyak hal sekaligus.
Mereka menganggap mengecek ponsel sambil mengobrol bukanlah gangguan, melainkan bentuk efisiensi.
Namun, menurut riset psikologi, multitasking justru sering membuat kualitas komunikasi berkurang.
Kesimpulan
Mengecek ponsel terus-menerus saat mengobrol bukan hanya soal gaya hidup modern, tetapi juga cerminan kepribadian.
Mulai dari kecemasan, impulsivitas, hingga kebutuhan untuk selalu terhubung, semuanya bisa terlihat dari kebiasaan sederhana ini.
Psikologi mengingatkan, menjaga keseimbangan antara dunia digital dan interaksi nyata penting untuk membangun hubungan yang sehat.
Ponsel memang pintu menuju informasi, tetapi kontak mata dan perhatian penuh adalah kunci untuk menciptakan koneksi emosional yang lebih bermakna.
***