Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 22.11 WIB

Anda Tahu Sedang Mengalami Krisis Paruh Baya Ketika 8 Pikiran Ini Membuat Anda Terjaga di Malam Hari Menurut Psikologi

seseorang yang mengalami krisis paruh baya. (Freepik/Drazen Zigic) - Image

seseorang yang mengalami krisis paruh baya. (Freepik/Drazen Zigic)

JawaPos.com - Krisis paruh baya bukan sekadar istilah klise. Dalam psikologi, fase ini sering digambarkan sebagai titik balik emosional yang muncul di usia pertengahan, biasanya sekitar usia 35–55 tahun—ketika seseorang mulai mengevaluasi kembali hidupnya.

Bukan hanya soal fisik yang berubah, tetapi juga bagaimana kita memandang pencapaian, impian, dan arti kebahagiaan.

Banyak orang yang melewati masa ini dengan mulus, tetapi tidak sedikit yang diliputi rasa gelisah.

Rasa itu sering datang pada jam-jam sunyi, ketika tubuh berbaring di tempat tidur, namun pikiran justru berlarian tanpa henti.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/9), jika Anda sering terjaga karena delapan pikiran berikut, bisa jadi Anda tengah berada dalam pusaran krisis paruh baya menurut kacamata psikologi.

1. “Apakah ini semua yang bisa saya capai dalam hidup?”

Salah satu tanda klasik adalah munculnya keraguan eksistensial. Di tengah malam, Anda bertanya-tanya apakah pekerjaan, karier, atau bisnis yang dijalani benar-benar mewakili potensi terbaik diri Anda.

Psikologi menyebut ini sebagai existential questioning, yakni dorongan alami untuk mencari makna lebih dalam dari sekadar rutinitas harian.

2. “Waktu saya tidak banyak lagi, kan?”

Ketika usia mulai menapak ke angka empat atau lima puluh, persepsi waktu berubah.

Malam hari sering dipenuhi bayangan tentang umur yang terbatas, kesehatan yang tak lagi sama, atau kesempatan yang mungkin sudah lewat.

Pikiran ini sering menimbulkan kecemasan karena otak kita menyadari bahwa garis akhir kehidupan terasa lebih nyata.

3. “Apakah saya sudah menjadi pasangan/ayah/ibu yang baik?”

Refleksi hubungan juga menjadi sumber kegelisahan. Orang dalam krisis paruh baya kerap merenung tentang kualitas hubungan dengan pasangan atau anak.

Ada rasa bersalah jika merasa kurang hadir, atau khawatir apakah sudah memberi teladan yang benar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore