Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 17.56 WIB

Sleep Deprivation: Bahaya, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Kurang Tidur (dok freepik.com)

JawaPos.com — Kurang tidur atau sleep deprivation bukan sekadar masalah “malam begadang” biasa.

Ketika tubuh dan pikiran tidak mendapat istirahat yang cukup—baik dari sisi durasi maupun kualitas—berbagai dampak negatif dapat muncul, yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan produktivitas sehari-hari. 

Apa Itu Sleep Deprivation?

Sleep deprivation adalah kondisi saat seseorang secara konsisten tidak mendapatkan tidur yang cukup—baik dari jumlah jam tidur maupun kedalaman tidur yang dibutuhkan untuk regenerasi tubuh. 

Bukan hanya soal “tidur malam yang pendek”, tapi juga kualitas tidur yang terganggu (terbangun berkali-kali, gangguan pernapasan saat tidur, atau gangguan ritme sirkadian). 

Ketika sleep deprivation berlangsung lama, ini bisa menyebabkan “hutang tidur” (sleep debt) yang menumpuk dan sulit dipulihkan dengan hanya satu malam tidur cukup. 

Gejala Sleep Deprivation

Beberapa tanda yang umum muncul ketika seseorang mengalami kurang tidur:

- Kesulitan berkonsentrasi, pikiran jadi mudah “melayang” atau lupa detail kecil.

- Mudah merasa lelah atau kantuk, bahkan di siang hari.

- Perubahan suasana hati, seperti mudah tersinggung, cemas, atau suasana hati yang naik turun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore