
Ilustrasi tipe-tipe MBTI (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Menentukan jurusan kuliah ibarat memilih jalan panjang yang akan memengaruhi masa depan. Tidak sedikit mahasiswa merasa salah jurusan karena tidak mengenal minat dan bakat diri sejak awal. Nah, salah satu cara menarik yang bisa membantu adalah memahami MBTI (Myers-Briggs Type Indicator).
Dilansir dari Myers-Briggs Foundation, MBTI merupakan tes kepribadian yang membagi manusia ke dalam 16 tipe berdasarkan empat dimensi utama: Ekstrovert–Introvert, Sensing–Intuition, Thinking–Feeling, dan Judging–Perceiving. Walau bukan alat mutlak, MBTI bisa menjadi panduan untuk menemukan jurusan kuliah yang selaras dengan karakter pribadi.
Ekstrovert vs Introvert: Dunia Luar atau Dunia Dalam?
Dilansir dari Verywell Mind, tipe ekstrovert cenderung menyukai aktivitas yang melibatkan interaksi sosial dan kerja sama tim. Ekstrovert (E) lebih berenergi saat berinteraksi dengan orang lain. Jurusan seperti Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Manajemen, atau Pariwisata sering kali jadi pilihan tepat.
Sedangkan Introvert (I) lebih nyaman bekerja sendiri dan fokus pada analisis mendalam. Jurusan seperti Ilmu Komputer, Sastra, Matematika, atau Psikologi bisa memberi ruang untuk berkembang. Menurut Truity, introvert sering merasa lebih produktif saat dapat mendalami ide dan konsep dalam suasana tenang.
Sensing vs Intuition: Realistis atau Visioner?
Sensing (S) cenderung menyukai fakta konkret dan detail nyata. Cocok masuk ke jurusan Kedokteran, Keperawatan, Akuntansi, atau Teknik Sipil.
Dilansir dari MBTIonline.com, tipe Intuition sering kali menemukan ide-ide besar yang membuat mereka unggul di bidang kreatif dan strategis. Intuition (N) suka membayangkan kemungkinan baru dan berpikir kreatif. Jurusan Arsitektur, Ilmu Politik, Teknologi Informasi, atau Desain lebih sesuai.
Thinking vs Feeling: Logika atau Empati?
Thinking (T) membuat keputusan berdasarkan logika. Jurusan Hukum, Teknik, Ekonomi, atau Ilmu Komputer bisa jadi pilihan yang pas.
Feeling (F) mengutamakan empati dan hubungan sosial. Mereka sering berkembang di Psikologi, Pendidikan, Keperawatan, atau Seni.
Menurut buku Do What You Are karya Paul D. Tieger, mahasiswa dengan preferensi Feeling lebih sering mencari profesi yang memberi makna personal dan manfaat sosial.
Judging vs Perceiving: Terstruktur atau Fleksibel?
Judging (J) menyukai hal-hal yang teratur dan terencana. Jurusan Administrasi Publik, Farmasi, atau Akuntansi bisa sangat cocok.
Perceiving (P) lebih fleksibel dan spontan. Jurusan Desain Grafis, Jurnalistik, Film, atau Antropologi dapat memberi ruang eksplorasi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
