Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 09.40 WIB

8 Alasan Mengapa Orang yang Anxious Memiliki Bakat Menjadi Pemimpin Hebat Menurut Psikologi

seseorang yang berbakat menjadi pemimpin yang hebat./Magnific/andreypopov - Image

seseorang yang berbakat menjadi pemimpin yang hebat./Magnific/andreypopov

JawaPos.com - Di masyarakat, kecemasan atau anxiety sering dianggap sebagai kelemahan. Orang yang mudah cemas kerap dicap terlalu banyak berpikir, kurang percaya diri, atau tidak mampu mengambil keputusan. Padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam dunia psikologi modern, kecemasan bukan hanya memiliki sisi negatif, tetapi juga dapat menjadi sumber kekuatan jika dikelola dengan baik.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat kecemasan moderat cenderung lebih waspada, lebih teliti, dan lebih mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan dibandingkan mereka yang terlalu santai. Karakteristik ini justru merupakan kualitas yang sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan.

Tentu saja, pembahasan ini bukan berarti semua orang yang mengalami gangguan kecemasan otomatis akan menjadi pemimpin hebat. Kecemasan yang sangat berat tetap memerlukan penanganan profesional. Namun, bagi banyak orang yang memiliki sifat cenderung cemas (trait anxiety) dan mampu mengelolanya secara sehat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi keunggulan dalam memimpin.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (20/7), terdapat delapan alasan mengapa orang yang anxious memiliki potensi besar menjadi pemimpin yang hebat menurut perspektif psikologi.

1. Mereka Selalu Memikirkan Berbagai Kemungkinan

Salah satu ciri utama orang yang anxious adalah kecenderungan untuk memikirkan berbagai skenario yang mungkin terjadi. Walaupun terkadang terasa melelahkan, kemampuan ini sebenarnya sangat berguna dalam kepemimpinan.

Seorang pemimpin harus mampu melihat risiko sebelum masalah benar-benar muncul. Orang yang cemas biasanya sudah mempertimbangkan kemungkinan kegagalan, hambatan, hingga solusi alternatif jauh sebelum mengambil keputusan.

Dalam psikologi kognitif, kemampuan ini dikenal sebagai anticipatory thinking, yaitu proses memprediksi berbagai kemungkinan di masa depan. Ketika diarahkan secara positif, kemampuan tersebut membuat seorang pemimpin lebih siap menghadapi krisis.

2. Lebih Teliti dalam Mengambil Keputusan

Orang yang anxious jarang membuat keputusan secara gegabah. Mereka cenderung mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelum bertindak.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore