
Ilustrasi kecanduan validasi di social media. (Pexels)
JawaPos.com – Kenapa banyak orang merasa tidak tenang tanpa likes, komentar, atau pujian di media sosial?
Fenomena ini dikenal sebagai kecanduan validasi sosial, di mana seseorang terus-menerus mencari pengakuan dari orang lain untuk merasa berharga.
Menurut psikologi modern, kecanduan validasi sosial dapat menurunkan rasa percaya diri, memperburuk kesehatan mental, dan membuat kita sulit membangun self-worth yang sejati.
Data dari berbagai riset menunjukkan bahwa remaja dan dewasa muda yang terlalu sering mengecek media sosial cenderung mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi.
Terutama ketika interaksi digital mereka tidak mendapat respons yang diharapkan.
Hal ini menciptakan lingkaran setan: semakin seseorang haus validasi, semakin rentan mereka merasa kosong saat pengakuan itu tidak datang.
Ingin tahu bagaimana cara melepaskan diri dari kehausan validasi? Berikut adalah strateginya yang dilansir dari Authentic Living Therapy dan Psychcentral.
Seperti Apa Bentuk Kecanduan Validasi Ini?
Sebelum masuk pada strategi, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kecanduan ini? Apakah seperti tipe “pick me” yang kita ketahui?
Nah, Setiap manusia pada dasarnya membutuhkan pengakuan. Dari kecil kita terbiasa mencari pujian dari orang tua, guru, atau teman sebaya sebagai cara untuk merasa diterima.
Inilah yang disebut validasi eksternal atau proses mencari pengakuan, pujian, atau persetujuan dari orang lain untuk menegaskan nilai diri kita.
Dalam batas tertentu, hal ini wajar dan bahkan sehat karena membantu kita belajar beradaptasi dengan lingkungan sosial.
Namun, masalah muncul ketika kebutuhan akan validasi eksternal berubah menjadi ketergantungan berlebihan.
Saat itu, harga diri kita seolah hanya sah jika mendapat “like,” komentar positif, atau pujian. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa terjebak dalam kecanduan validasi sosial.
Hampir semua tindakan dan keputusan didorong oleh rasa takut ditolak atau tidak dianggap cukup baik.
Fenomena ini sering kali berjalan beriringan dengan codependency (walau fokus kita pada validasi).

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
