Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 22.03 WIB

Mengenal Red Light Therapy, Perawatan Kulit Masa Kini yang Diklaim Ampuh Atasi Kerutan dan Jerawat

Proses red light therapy (Dok. Ucla Health)

JawaPos.com - Dalam dunia perawatan kulit modern, red light therapy (RLT) atau terapi cahaya merah semakin populer karena diklaim mampu meremajakan kulit, mengurangi kerutan, hingga membantu penyembuhan luka. Namun, seberapa efektifkah terapi ini? Mari telusuri manfaat, cara kerja, serta potensi risikonya sebelum Anda memutuskan untuk mencoba.

Melansir dari Medical News Today, red light therapy melibatkan paparan cahaya merah dengan panjang gelombang rendah ke permukaan kulit. Cahaya ini mampu menembus lapisan kulit dan diserap oleh mitokondria (pembangkit energi dalam sel), sehingga meningkatkan produksi adenosin trifosfat (ATP), sumber energi utama sel tubuh. Dengan energi ekstra, sel-sel kulit diyakini dapat memperbaiki kerusakan dan merangsang proses peremajaan.

Walau penelitian awal menunjukkan potensi besar, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Banyak studi dilakukan dalam skala kecil atau di laboratorium, sehingga penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas RLT.

Manfaat RLT untuk Kesehatan Kulit

Salah satu alasan terbesar orang mencoba RLT adalah untuk meningkatkan kesehatan dan tampilan kulit. RLT diduga mampu merangsang produksi kolagen dan fibroblas, memperbaiki elastisitas, serta meningkatkan sirkulasi darah antara jaringan dan sel. Hasilnya bisa berupa pengurangan garis halus dan kerutan.

Selain itu, kombinasi RLT dengan terapi cahaya biru terbukti membantu mengurangi jerawat. Cahaya merah menembus ke dalam kulit, menekan produksi sebum berlebih, dan meredakan peradangan, sehingga kulit lebih bersih dan sehat.

Terapi ini juga dapat mempercepat penyembuhan luka dengan mengurangi peradangan, merangsang pembentukan pembuluh darah baru, meningkatkan jumlah fibroblas, dan memicu produksi kolagen. Walaupun hasilnya menjanjikan, setiap orang bisa merasakan efek yang berbeda.

Selain untuk kulit, RLT berpotensi merangsang pertumbuhan rambut. Penelitian laboratorium menunjukkan cahaya merah tertentu dapat memicu proliferasi folikel rambut. Bahkan, studi tahun 2021 mengungkapkan bahwa terapi ini mendukung perawatan kebotakan androgenetik, terutama bila dipadukan dengan obat pertumbuhan rambut.

Dalam bidang ortopedi, RLT juga dikaitkan dengan penyembuhan patah tulang lebih cepat. Kemampuannya merangsang pembuluh darah dan meningkatkan produksi ATP diyakini membantu proses pemulihan tulang dan jaringan.

Cara Penggunaan dan Efektivitas

Untuk hasil optimal, terapi cahaya merah biasanya dilakukan beberapa kali. Di klinik, satu sesi berlangsung sekitar 20 menit, dan dibutuhkan hingga 10 sesi untuk melihat perubahan nyata. Setelahnya, sesi pemeliharaan mungkin diperlukan agar hasil tetap terjaga.

Perangkat rumah seperti masker atau tongkat LED bisa menjadi alternatif praktis, tetapi efektivitasnya umumnya lebih rendah dibanding perawatan profesional. Penggunaan di rumah juga harus mengikuti petunjuk produsen agar aman dan efektif.

Efek Samping dan Risiko

Secara umum, RLT aman dan memiliki risiko efek samping rendah bila dilakukan sesuai panduan. Namun, paparan berlebihan atau intensitas terlalu tinggi dapat merusak kulit, menyebabkan luka bakar, melepuh, atau iritasi mata. Perangkat rumahan yang tidak digunakan dengan benar juga meningkatkan risiko cedera.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore