Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 01.41 WIB

Mengenali 7 Ungkapan yang Sering Dipakai Orang dengan Status Rendah dalam Percakapan

Ilustrasi seseorang yang sedang ragu-ragu saat berbicara dalam sebuah percakapan kelompok. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang ragu-ragu saat berbicara dalam sebuah percakapan kelompok. (Freepik)

JawaPos.com - Kata-kata yang kita ucapkan setiap hari dapat menunjukkan lebih dari sekadar maksudnya. Tanpa disadari, beberapa frasa tertentu dapat mencerminkan kurangnya kepercayaan diri atau status rendah. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk mencari validasi atau persetujuan orang lain.

Melansir dari Geediting.com Jumat (12/9), mengenali frasa-frasa ini bisa menjadi langkah awal yang baik. Hal ini dapat membantu Anda berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan efektif dalam interaksi sosial. Mari kita cermati tujuh ungkapan tersebut dan alasannya.

1. “Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi…”

Ungkapan ini adalah pengakuan secara tidak langsung akan rasa tidak nyaman dengan pencapaian pribadi. Orang yang menggunakannya seolah meminta maaf atas kesuksesan yang dimilikinya. Ini menunjukkan kurangnya keyakinan pada nilai diri sendiri.

2. “Sejujurnya…”

Ketika seseorang terus-menerus mengawali kalimatnya dengan "sejujurnya," hal itu dapat menimbulkan keraguan. Ini menyiratkan bahwa mereka biasanya tidak jujur saat berbicara. Ungkapan ini melemahkan kredibilitas mereka dalam percakapan.

3. “Maaf, tapi…”

Frasa ini sering digunakan saat akan menyela atau memberikan pendapat yang berbeda. Mengawali kalimat dengan "maaf" melemahkan argumen yang ingin disampaikan. Hal ini membuat orang lain tidak menganggap serius pendapat mereka.

4. “Apakah itu masuk akal?”

Frasa ini digunakan untuk meminta validasi dari lawan bicara atas apa yang baru saja dikatakan. Ini menunjukkan keraguan pada pemikiran dan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan jelas. Ini secara tidak langsung meminta persetujuan Anda.

5. “Aku hanya bilang…”

Ketika seseorang menggunakan frasa ini, mereka mencoba mundur dari pernyataan yang dibuatnya. Hal ini sering muncul setelah mereka mengatakan sesuatu yang kontroversial atau ofensif. Mereka tidak mau mengambil tanggung jawab atas perkataannya.

6. “Aku tidak tahu…”

Menggunakan frasa ini terlalu sering dalam percakapan dapat menunjukkan kurangnya pengetahuan atau ketidakmampuan. Ini bisa membuat orang lain kehilangan kepercayaan pada kemampuan mereka. Ini menunjukkan kurangnya rasa yakin diri.

7. “Menurutku…”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore