Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 19.23 WIB

8 Perilaku Kelas Menengah ke Bawah di Pesta, Salah Satunya Oversharing!

perilaku kelas menengah ke bawah di pesta yang salah satunya oversharing. (Freepik/ freepik) - Image

perilaku kelas menengah ke bawah di pesta yang salah satunya oversharing. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Perilaku yang sering dilakukan kelas menengah di pesta ternyata tidak selalu disadari, bahkan ada yang cukup mengundang perhatian orang lain.

Beberapa perilaku kelas menengah di pesta bisa membuat suasana canggung, terutama ketika melibatkan tindakan oversharing yang terlalu terbuka.

Kebiasaan berbicara panjang lebar tanpa filter sering menjadi perilaku kelas menengah di pesta yang memicu kesalahpahaman.

Bahkan, perilaku kelas menengah di pesta yang melibatkan oversharing kadang meninggalkan kesan negatif bagi orang yang baru mengenal kamu.

Dilansir dari geediting.com pada Kamis (4/9), bahwa ada delapan perilaku kelas menengah ke bawah di pesta yang salah satunya oversharing.

  1. Memberikan hadiah atau kontribusi berlebihan

Seringkali individu dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah merasa perlu memberikan kompensasi berlebih saat menghadiri acara sosial.

Mereka cenderung membawa barang-barang mahal atau terus-menerus menawarkan diri untuk menanggung biaya berbagai keperluan acara.

Meskipun niat di balik tindakan ini murni dari rasa keramahan dan kebaikan hati, hal tersebut dapat dipersepsikan sebagai usaha yang terlalu keras untuk mengesankan orang lain.

Tindakan seperti ini juga bisa dianggap sebagai bentuk kompetisi terselubung yang tidak perlu dalam lingkungan sosial.

Kunci utamanya adalah menemukan keseimbangan antara kemurahan hati yang tulus dengan pemahaman bahwa acara sosial seharusnya tentang kebersamaan, bukan ajang unjuk diri.

  1. Menceritakan detail kehidupan pribadi secara berlebihan

Individu dari golongan ekonomi menengah ke bawah sering kali memiliki kecenderungan untuk berbagi informasi personal yang terlalu mendalam kepada orang yang baru dikenal.

Suasana santai dalam acara sosial atau pengaruh minuman dapat membuat seseorang terdorong untuk menceritakan perjuangan hidup, pencapaian, atau masalah keuangan kepada orang asing.

Keterbukaan yang berlebihan ini dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau merasa terbebani dengan informasi yang tidak mereka minta.

Penting untuk memahami bahwa tidak semua orang dalam acara tersebut membutuhkan atau menginginkan mendengar cerita personal yang mendalam.

Ada garis tipis antara bersikap autentik dan terbuka dengan memberikan informasi yang berlebihan kepada orang yang belum cukup akrab.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore