Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 18.36 WIB

Hindari 6 Kebiasaan Ini Jika Kamu Tidak Ingin Otakmu Menjadi Lebih Cepat Menua, Menurut Para Ahli

Ilustrasi: Wanita yang sedang berpikir. (Pexels) - Image

Ilustrasi: Wanita yang sedang berpikir. (Pexels)

JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, kesehatan fisik sering kali menjadi fokus utama perhatian. Namun, menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan merawat tubuh.

Otak yang sehat membantu kita tetap fokus, mengingat informasi dengan baik, dan membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan yang bisa mempercepat penuaan otak. Mulai dari gaya hidup yang terlalu pasif hingga pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan-kebiasaan ini dapat memengaruhi fungsi otak secara perlahan dengan pasti.

Untuk itu, dilansir dari laman Eating Well, Kamis (4/9), berikut 6 kebiasaan umum yang menurut penelitian dapat mempercepat penuaan otak.

  1. Terus duduk sepanjang hari

Terlalu banyak duduk seharian tidak hanya membuat punggung sakit, tetapi juga tidak baik untuk otak. Duduk terus-menerus bisa mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, padahal keduanya penting untuk menjaga pikiran tetap sehat.

Penelitian pada tahun 2023 menunjukkan, semakin sering kita tidak aktif bergerak, semakin tinggi risiko terkena demensia. Sebaliknya, rutin bergerak atau berolahraga bisa membantu otak tetap tajam karena tubuh melepaskan zat yang mendorong pertumbuhan sel otak dan memperkuat koneksi antar bagian otak.

  1. Tidak mengelola stres dengan baik

Stres bukan cuma bikin suasana hati jadi buruk, tapi juga bisa mempercepat penuaan otak. Jika kadar hormon stres seperti kortisol terlalu tinggi dalam waktu lama, fungsi otak, terutama memori, bisa menurun.

Bahkan tanpa penyakit, stres bisa membuat kita sulit mengingat hal-hal yang dibaca atau didengar. Karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik untuk membantu pikiran lebih tenang dan otak tetap sehat.

  1. Kurang tidur

Terus-menerus kurang tidur bisa sangat berbahaya bagi kesehatan otak. Saat kita tidur, otak membentuk koneksi baru dan membersihkan racun yang menumpuk sepanjang hari. Proses ini penting untuk mencegah penyakit, seperti Alzheimer dan Parkinson.

Selain itu, kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko depresi. Karena itu, penting untuk tidur cukup, sekitar 7-9 jam setiap malam.

  1. Tidak menjaga koneksi sosial

Merasa kesepian ternyata bisa berdampak buruk pada otak. Penelitian pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kesepian bisa mengubah cara kerja otak dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Karena itu, menjaga hubungan sosial sangat penting untuk kesehatan otak. Walaupun berteman secara online tetap bermanfaat, bertemu langsung dengan orang lain biasanya lebih efektif untuk memperbaiki suasana hati dan menjaga otak tetap tajam.

  1. Melakukan banyak tugas sekaligus

Terlalu sering multitasking atau mengerjakan banyak hal sekaligus bisa membuat otak lelah dan sulit fokus.

Perhatian yang terus-menerus terpecah bisa menurunkan kemampuan otak dalam mengambil keputusan dan menyerap informasi, serta menimbulkan stres.

  1. Mengonsumsi makanan olahan

Sering makan makanan cepat saji atau manis dapat berdampak buruk pada otak. Makanan ultra-proses dapat memicu peradangan di tubuh dan otak, yang berisiko meningkatkan gangguan kognitif dan stroke.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore