
Ilustrasi seorang wanita yang memiliki trust issue. (Katemangostar/Freepik)
JawaPos.com – Dalam hubungan sosial, kepercayaan menjadi fondasi penting untuk membangun relasi yang sehat. Namun, tidak semua orang mampu dengan mudah memberikan kepercayaan. Ada individu yang kerap menunjukkan kebiasaan unik ketika berhadapan dengan trust issues, atau kesulitan mempercayai orang lain.
Menurut Verywell Mind (2023), trust issues adalah kondisi psikologis di mana seseorang mengalami kesulitan untuk membuka diri dan mempercayai orang lain, baik dalam hubungan personal, pertemanan, maupun profesional. Kondisi ini bisa muncul akibat pengalaman traumatis, pengkhianatan, pola asuh masa kecil, hingga faktor kepribadian.
Apa Saja Kebiasaan Orang yang Sulit Percaya?
Psikologi mencatat sejumlah pola perilaku yang sering muncul pada orang dengan trust issues.
Terlalu Banyak Menganalisis Perkataan Orang
Menurut Psychology Today, individu dengan trust issues cenderung memikirkan ulang ucapan orang lain, seakan mencari makna tersembunyi atau kemungkinan kebohongan.
Enggan Membuka Diri Terlalu Cepat
Choosing Therapy (2023) menjelaskan bahwa orang yang sulit percaya biasanya menunda bercerita tentang dirinya. Mereka merasa membuka diri adalah risiko yang bisa berujung pada kekecewaan
Selalu Membutuhkan Bukti Nyata
Alih-alih percaya begitu saja, mereka sering menuntut bukti lebih untuk memastikan kejujuran orang lain. Misalnya, harus melihat tindakan nyata sebelum mengakui kata-kata seseorang.
Waspada Berlebihan dalam Hubungan Baru
Rasa hati-hati memang baik, tetapi pada orang dengan trust issues, kewaspadaan bisa berlebihan hingga menimbulkan jarak dalam interaksi sosial.
Cenderung Mengendalikan Situasi
Beberapa orang bahkan berusaha mengontrol hubungan agar merasa aman. Sayangnya, hal ini justru membuat relasi menjadi tidak seimbang.
Mengapa Orang Bisa Sulit Percaya?
Menurut LinkedIn Insights (2023), ada beberapa faktor yang memengaruhi terbentuknya trust issues:
Pengalaman masa lalu, seperti dikhianati pasangan atau dikecewakan oleh teman dekat.
Pola asuh keluarga, misalnya tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil atau penuh konflik.
Masalah kepercayaan diri, di mana individu merasa tidak cukup layak untuk dipercaya sehingga sulit mempercayai orang lain.
Trauma psikologis, yang sering meninggalkan luka emosional mendalam.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
