Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 20.26 WIB

8 Kebiasaan Higienis Orang yang Mencuci Sprei Setiap Dua Minggu Sekali, Kata Psikologi

kebiasaan higienis orang mencuci sprei dua minggu sekali menurut psikologi. (Freepik/ freepik) - Image

kebiasaan higienis orang mencuci sprei dua minggu sekali menurut psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang memiliki kebiasaan higienis dengan rutin mencuci sprei setiap dua minggu sekali demi menjaga kenyamanan.

Kebiasaan mencuci seperti ini sering mencerminkan perhatian pada kesehatan sekaligus kebutuhan akan lingkungan yang bersih.

Dalam kajian psikologi, perilaku menjaga kebersihan tempat tidur dapat menunjukkan pola hidup teratur dan peduli diri.

Menelusuri kebiasaan higienis orang yang mencuci sprei setiap dua minggu sekali membuka pemahaman menarik tentang karakter mereka.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (2/9), bahwa ada delapan kebiasaan higienis orang yang mencuci sprei setiap dua minggu sekali menurut psikologi.

  1. Memiliki rutinitas perawatan gigi yang preventif

Orang yang rajin mengganti seprai setiap dua pekan cenderung memperlakukan kesehatan mulut sebagai tindakan pencegahan, bukan respons terhadap masalah yang sudah muncul.

Mereka menggunakan benang gigi secara konsisten, tidak hanya ketika ada makanan yang tersangkut di antara gigi.

Penggantian sikat gigi dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan, dan obat kumur yang tersedia benar-benar digunakan secara teratur.

Kedua pola perilaku ini memiliki kesamaan mendasar yaitu memerlukan perencanaan di muka daripada menunggu hingga timbul keluhan.

Pendekatan proaktif terhadap kebersihan mulut ini mencerminkan pola pikir yang sama dengan perawatan tempat tidur yang terjadwal.

  1. Menjaga kebersihan dapur dan sering membasuh tangan

Naluri yang mendorong seseorang untuk mengganti linen tempat tidur secara berkala juga tampak dalam cara mereka menangani persiapan makanan dan kebersihan dapur.

Individu-individu ini memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap apa yang disebut peneliti sebagai "kepekaan terhadap hal menjijikkan" - alarm internal yang berbunyi ketika sesuatu terasa berpotensi terkontaminasi.

Mereka membersihkan permukaan meja sebelum dan sesudah memasak, tidak hanya ketika melihat kotoran yang terlihat jelas.

Aktivitas membasuh tangan terjadi lebih sering sepanjang hari, terutama setelah menyentuh permukaan yang terasa meragukan.

Penelitian mengungkapkan bahwa sensitivitas terhadap rasa jijik sebenarnya dapat memprediksi perilaku kebersihan untuk menghindari penyakit, mulai dari rajin membasuh tangan hingga praktik penanganan makanan yang lebih aman di rumah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore