Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22.49 WIB

Kenali dan Atasi Manipulasi: Strategi Jitu Menghindari Gaslighting, Love Bombing, hingga Guilt-Tripping

 

Ilustrasi hubungan yang penuh akan kontrol sepihak. 

JawaPos.com – Banyak dari kita mungkin pernah merasakan ada yang tidak beres dalam interaksi dengan orang lain. Rasanya seperti dikendalikan, tapi sulit menjelaskan bagaimana. 

Manipulasi bisa hadir dalam bentuk halus maupun terang-terangan, dan bukan hanya dalam hubungan romantis, melainkan juga di lingkungan kerja atau keluarga.

Dilansir dari PsychCentral pada bulan Mei tahun 2024, konselor profesional Taylor Draughn menjelaskan bahwa “Manipulasi adalah cara yang sangat efektif untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan, tetapi juga dapat sangat berbahaya.”

Kabar baiknya, ada cara untuk melindungi diri. Menyadari tanda-tanda manipulasi adalah langkah awal, tapi yang lebih penting adalah tahu bagaimana cara menanganinya. 

Dengan memahami strategi mitigasi, Anda bisa menjaga batasan, melindungi kesehatan mental, dan tetap teguh pada nilai diri sendiri.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghadapinya.

Fase-Fase Manipulasi

Menurut dari Psychcentral, manipulasi sendiri memiliki 4 fase. Fase pertama adalah fase pujian yang dilakukan oleh pelaku kepada korban manipulasi.

Pada fase ini, korban akan diberikan perlakuan khusus dan perhatian berlebih dari pelaku. Tujuannya adalah untuk mendapatkan control dan kepercayaan korban. Hal yang sama dengan love bombing.

Fase kedua adalah usaha untuk menjauhkan korban dari lingkungan sekitarnya. Tujuannya adalah untuk melindungi pelaku dari kemungkinan intervensi dari pihak korban. 

Fase ketiga adalah gaslighting. Secara singkat gaslighting adalah teknik manipulasi yang digunakan untuk menggoyahkan persepsi benar dan salah dari korban.

Pada fase ini, pelaku akan mencoba untuk mengurangi kepercayaan diri dan kemampuan membuat keputusan sang korban guna pelaku memiliki kontrol lebih atas korban.

Fase terakhir adalah ketakutan dan kekerasan. Setelah mendapatkan kontrol penuh akan korban, pelaku akan berperilaku lebih tiran dan mulai mengancam korban.

Sekarang Anda telah melakukan langkah pertama dari menghindari manipulator: Mengetahui dan mengidentifikasi apa itu manipulasi.

Lalu sekarang apa? Berikut adalah Langkah lanjutan yang bisa anda lakukan.

1. Kenali apa yang Anda rasakan

Sering kali korban manipulasi tidak bisa membedakan yang benar dan salah yang disebabkan oleh fase ketiga (gaslighting). Anda harus mengembalikan insting Anda dan sadari apa yang Anda rasakan. 

Munculkan pertanyaan pada diri Anda sendiri. "Kenapa saya merasa hubungan ini malah membawa kebingungan ya?" Adalah salah satu pertanyaan bagus yang dapat menyadarkan Anda. 

2. Tenang Adalah Kunci 

Manipulator memiliki tujuan untuk mengambil alih kontrol yang Anda miliki dengan menggoyahkan emosi. Kunci dari menghadapi manipulator adalah dengan tetap tenang dan tetap meregulasi emosi Anda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore