
Perempuan dengan dominasi energi maskulin rentan mengalami tantrum jika tidak menjaga keseimbangan dengan energi feminin. (freepik)
JawaPos.com – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah feminine energy dan masculine energy semakin populer dalam diskusi psikologi maupun pengembangan diri. Fenomena ini bukan hanya terkait gender, melainkan pola energi yang ada dalam diri setiap orang.
Namun, ketika energi maskulin terlalu dominan dalam diri perempuan, sejumlah penelitian menunjukkan adanya dampak pada kestabilan emosi, termasuk kecenderungan lebih mudah marah atau mengalami tantrum.
Menurut jurnal yang diterbitkan SAGE Open (2017), energi maskulin identik dengan dorongan kompetisi, kontrol, dan pencapaian. Sementara energi feminin lebih dekat dengan penerimaan, empati, serta kehangatan. Ketika perempuan terlalu didominasi energi maskulin, ketidakseimbangan ini bisa memengaruhi pola pikir hingga respons emosional.
Siapa yang paling terdampak?
Tidak semua perempuan dengan energi maskulin tinggi akan mengalami tantrum. Namun, penelitian dari University of North Dakota (2015) menemukan bahwa individu dengan dominasi maskulin cenderung memiliki tingkat aggression dan assertiveness yang lebih tinggi. Pada kondisi tertentu, sifat ini dapat berkembang menjadi ledakan emosi, terutama bila tidak diimbangi dengan kesadaran emosional yang baik.
Mengapa perempuan dengan maskulin energi tinggi lebih rentan tantrum?
Penelitian National Center for Biotechnology Information (NCBI, 2012) menjelaskan bahwa regulasi emosi erat kaitannya dengan hormon stres, seperti kortisol. Perempuan dengan kecenderungan maskulin energi tinggi sering menempatkan diri dalam situasi penuh tekanan, misalnya ambisi kerja, tuntutan sosial, hingga persaingan. Akumulasi tekanan inilah yang membuat mereka lebih mudah bereaksi dengan kemarahan.
Selain itu, menurut teori Law of Polarity yang dijelaskan UIN Said (2023), setiap individu memiliki keseimbangan energi maskulin dan feminin. Ketika salah satunya mendominasi secara berlebihan, tubuh dan pikiran merespons dengan ketidakseimbangan, termasuk dalam aspek emosional.
Kapan kondisi ini biasanya muncul?
Tantrum pada perempuan dengan energi maskulin dominan umumnya muncul saat menghadapi situasi yang menantang otoritas atau mengguncang harga diri. Misalnya, saat merasa tidak dihargai, gagal mencapai target, atau menghadapi konflik dalam hubungan. Kondisi ini serupa dengan apa yang disebut ego threat dalam psikologi, di mana ancaman pada identitas diri memicu reaksi emosional intens.
Bagaimana cara mengelolanya?
Psikolog menyarankan beberapa langkah berikut untuk menjaga keseimbangan energi sekaligus mencegah tantrum berlebihan:
Latihan mindfulness. Meditasi dan pernapasan dalam membantu menurunkan kadar stres serta meningkatkan kesadaran emosi.
Menguatkan energi feminin. Aktivitas seperti journaling, seni, atau kegiatan merawat diri membantu mengaktifkan sisi penerimaan.
Terapi atau konseling. Bimbingan profesional dapat membantu memahami pola emosi dan menemukan strategi pengendalian yang efektif.
Menjaga keseimbangan kerja dan istirahat. Perempuan dengan energi maskulin tinggi sering terjebak dalam ambisi. Memberi ruang untuk relaksasi menjadi kunci penting.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
