Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 02.23 WIB

4 Tips Hubungan Sehat Menurut Psikologi agar Terhindar dari Hubungan Toxic dan Konflik Merusak

Ilustrasi hubungan yang sehat (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi hubungan yang sehat (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Toxic relationship atau hubungan toxic adalah masalah yang semakin banyak dialami oleh pasangan masa kini. 

Padahal, memiliki hubungan sehat dengan seseorang yang kita cintai seharusnya bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan terbesar dalam hidup. 

Sentuhan kecil, perhatian tulus, atau sekadar kata-kata penuh kasih bisa membuat hati berbunga-bunga dan mempererat ikatan emosional.

Namun, kenyataannya tidak semua hubungan berjalan ideal. Di balik hubungan yang sehat, ada pula dinamika yang merusak seperti obsesi berlebihan, sikap mengekang, hingga kata-kata abusif yang menjadi ciri dari hubungan toxic

Sebuah studi di Jurnal Penelitian Keperawatan yang diakses melalui doi.org menunjukkan bahwa dari 130 responden, sekitar 60% pernah merasakan toxic relationship dengan pasangan, sementara 40% lainnya mengalaminya dalam lingkup pertemanan.

Angka ini menunjukkan bahwa risiko berada dalam hubungan toxic cukup tinggi dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal ini? Simak beberapa tips hubungan sehat untuk menghindari toxic relationship berikut ini. 

1. Pentingnya Psikologi dalam Hubungan Cinta

Langkah pertama untuk mengenali apakah hubungan yang sedang dijalani adalah hubungan yang sehat atau tidak adalah mengenali diri sendiri. 

Dalam hal ini, Psikologi memegang peran yang penting tentang bagaimana seseorang memandang dan menjalani sebuah hubungan cinta.

Saat menjalin sebuah hubungan dengan seseorang – tidak harus cinta saja – Anda harus coba mendengarkan perasaan Anda. 

"Apakah saya nyaman dalam hubungan ini?" atau mungkin lebih spesifik seperti "Kenapa saya merasa tidak dihargai ya?"

Dengan mendengarkan perasaan-perasaan ini, Anda dapat menentukan apakah hubungan yang Anda jalani adalah hubungan yang sehat atau toxic. 

2. Attachment Theory dalam Hubungan Cinta

"Hah teori lagi? Di kuliah sudah dapat teori masa di sini juga?" Eits, jangan terintimidasi dulu. Teori ini tidak kompleks dan akan saya jelaskan dengan simpel. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore