
Ilustrasi seseorang yang alami trauma yang berpengaruh pada kondisi psikologisnya (Freepik)
JawaPos.com – Pengalaman terhadap peristiwa buruk, menakutkan, dan menyedihkan bisa berdampak pada respon emosional atau psikologis yang biasa disebut dengan trauma. Anda pernah mengalaminya?
Jika iya, pemulihan bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengatasi trauma melalui komunikasi interpersonal.
Dikutip JawaPos.com dari Jurnal Humaniora Vol. 20, No. 2 (2020), komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan untuk mencapai makna yang sama antara pembicara dan pendengar.
Komunikasi ini sebagai bentuk interaksi verbal dan nonverbal dalam pengaplikasiannya.
Pengertian komunikasi verbal dan nonverbal
Interaksi atau komunikasi verbal merupakan komunikasi yang memakai kata-kata, baik tulisan maupun lisan. Melalui kata-kata, seseorang akan mengungkapkan perasaan, pemikiran, emosi, serta informasi yang ingin disampaikan, maka dengan ini akan saling bertukar pikiran.
Sedangkan komunikasi nonverbal mencakup semua aspek komunikasi selain kata-kata, bisa berupa tindakan, objek, tanda, maupun bahasa tubuh.
Pada penerapan komunikasi interpersonal pastinya membutuhkan dua interaksi ini sekaligus. Walaupun keduanya memiliki perbedaan, namun keduanya pun sama-sama dibutuhkan untuk berlangsungnya komunikasi efektif.
Proses pemulihan trauma
Proses pemulihan rasa trauma melalui komunikasi interpersonal yaitu dengan menyediakan ruang untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaan secara transparan atau terbuka. Pada penerapan komunikasi yang dilakukan, dibutuhkan dukungan sosial seperti perhatian dan empati yang berpengaruh pada pemulihan kondisi psikologis korban trauma.
Pengaplikasian proses pemulihan tidak hanya membutuhkan upaya individu semata, melainkan juga butuh orang lain guna menciptakan kondisi yang lebih sehat.
Praktisi, seperti psikolog salah satunya yang berfokus pada pengelolaan emosi dan keterampilan komunikasi. Selain itu, dukungan dari keluarga atau komunitas juga menjadi penting sebagai tempat berbagi. Akibatnya, hal ini dapat mendukung pemulihan emosional bagi si trauma.
Komunikasi interpersonal membantu penerimaan
Rasa trauma yang muncul karena melibatkan komunikasi intensif, hubungan toxic misalnya, sehingga membutuhkan orang lain untuk penyelesaiannya dengan perlahan mendorong si korban keluar dari lingkaran hubungan tersebut.
Komunikasi interpersonal akan membantu dalam proses penerimaan, mencari tahu penyebab dari trauma, dan menciptakan kembali hubungan yang lebih baik dan sehat. Tentunya komunikasi yang dipakai diungkapkan dengan jujur dan terbuka serta lapang dada.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
