
Ilustrasi orang tua dan tangan anak dewasa yang saling menggenggam.(Freepik)
JawaPos.com - Menjaga hubungan erat dengan anak yang telah beranjak dewasa bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Kadang-kadang, niat baik justru dapat membuat hubungan merenggang tanpa disengaja. Ada beberapa perilaku halus yang secara tidak sadar dapat menciptakan jarak antara orang tua dan anak.
Melansir dari Geediting.com, mengenali perilaku ini sangat penting untuk membangun ikatan yang sehat. Memahami bagaimana tindakan kita memengaruhi anak-anak dewasa dapat membantu menjaga hubungan tetap harmonis. Mari kita cermati delapan perilaku halus tersebut.
1. Melanggar Batasan yang Ditetapkan
Orang tua sering kali melanggar batasan dengan terus bertanya hal pribadi atau memberi nasihat yang tidak diminta. Ini membuat anak merasa ruang privasi mereka diserbu. Perilaku ini dapat memicu alarm internal bagi anak, membuat mereka menjauh secara perlahan.
2. Bersikap Menghakimi
Menghakimi pilihan hidup anak dapat membuat mereka merasa tidak dihargai atau tidak pernah cukup baik di mata orang tua. Perilaku ini bisa menciptakan keretakan, membuat anak tidak mau berbagi cerita lagi. Mereka cenderung menyembunyikan masalahnya dari orang tua.
3. Terlalu Protektif Berlebihan
Orang tua yang terlalu protektif mengirimkan pesan bahwa mereka tidak memercayai kemampuan anaknya. Ini bisa membuat anak merasa tidak mampu menangani hidupnya sendiri. Anak dewasa tidak akan suka terus-menerus diawasi dan dikendalikan.
4. Tidak Mengakui Kedewasaan Mereka
Mengakui kedewasaan anak berarti menghargai pendapat dan perasaan mereka sebagai pribadi yang setara. Orang tua yang tidak mengakui hal ini cenderung meremehkan pilihan dan keputusan anaknya. Anak-anak merasa mereka bukan lagi individu dewasa, melainkan masih anak kecil di mata orang tua.
5. Mengabaikan Masukan Anak
Saat orang tua mengabaikan masukan anak mereka dalam sebuah percakapan, hal itu bisa merusak hubungan. Perilaku ini membuat anak merasa pendapatnya tidak dianggap penting. Mereka akan berhenti berbagi pemikiran jika merasa tidak didengarkan.
6. Menghindari Percakapan Sulit
Menghindari topik sensitif dengan alasan menjaga perdamaian justru bisa menciptakan jarak. Hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi terbuka dan kejujuran. Menghindari pembicaraan penting dapat membuat anak merasa tidak memiliki ruang aman untuk berbagi.
7. Tidak Memberi Ruang untuk Berkembang

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
