
Generasi baby boomer. (Pexels.com)
JawaPos.com - Facebook dulunya adalah tempat nongkrong digital anak muda. Ia menjelma sebagai sebuah klub eksklusif yang bahkan mengharuskan alamat email kampus untuk bisa masuk.
Kini, platform itu telah berubah menjadi museum kesalahpahaman antargenerasi. Yang dulunya dianggap keren, kini menjadi ajang pertunjukan hal-hal yang membuat generasi muda menatap layar dengan rasa campur aduk antara geli dan putus asa.
Apa yang bagi Baby Boomer terasa seperti kasih sayang dan keterhubungan, bagi anak-anak mereka lebih mirip invasi privasi dan mimpi buruk digital.
Dilansir dari VegOut, berikut ini enam perilaku yang masih sering dilakukan para Boomer di Facebook, yang membuat generasi setelahnya bertanya-tanya: "Apakah ini saatnya minta akun mereka dihapus saja?"
1. Menggali Foto Lama Seperti Arkeolog Sosial
Mulai sekitar tahun 2019, banyak orang tua menemukan keasyikan menjelajahi masa lalu digital anak-anak mereka.
Kini, mereka rajin berkomentar di foto-foto dari 2008 atau 2010 dengan pertanyaan polos nan menusuk seperti, "Itu bir ya??" atau "Siapa cowok yang merangkulmu itu?"
Yang sering tidak mereka sadari: setiap komentar memicu notifikasi ke semua orang yang ditandai—termasuk teman sekamar kuliah yang sekarang sudah jadi VP, mantan yang sudah menikah, dan bahkan orang asing yang tidak ingat pernah difoto bersama.
Komentar seperti “Kamu terlihat kurus di sini!” atau “Kenapa rambutmu tidak seperti ini lagi?” bukan hanya membangkitkan kenangan lama, tapi juga menyebarkannya kembali ke linimasa hari ini.
Bagi Boomer, Facebook adalah album keluarga. Tapi bagi generasi digital, itu adalah simpul dalam jejaring sosial yang kompleks. Menggali masa lalu sama dengan menyebarkannya ke masa kini dan tidak semua kenangan layak dibangkitkan di depan umum.
2. Percakapan Pribadi di Tempat yang Paling Publik
"Telepon Ibu."
"Kita perlu bicara soal operasi Ayahmu."
"Sudah kamu baca pesan soal nenek?"
Semua itu ditulis di dinding Facebook. Bukan pesan pribadi. Bukan chat. Tapi status yang bisa dibaca ratusan orang, termasuk rekan kerja, mantan pacar, dan teman SMA yang masih misteriusnya ada di daftar teman.
Bagi para Boomer, Facebook adalah ruang keluarga digital tempat wajar untuk membahas kabar warisan, hasil kolonoskopi, atau konflik antarkeluarga. Sementara anak-anak mereka ingin berteriak, “Itu bukan tempatnya!”
Upaya edukasi sudah dilakukan: tutorial, tangkapan layar, bahkan simulasi langsung. Tapi tetap saja, pesan seperti “Perceraian sepupumu sudah final” muncul di kolom komentar di bawah foto liburan. Dunia menjadi saksi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
