Ilustrasi bangkit dari rasa minder. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Rasa minder bisa hadir kapan saja, setelah gagal berbicara di depan umum, dibandingkan dengan orang lain, atau bahkan saat diberi pujian. Perasaan tidak percaya diri yang menetap ini bukan hanya mengganggu hubungan sosial, tapi juga bisa menghambat pencapaian dan pertumbuhan pribadi dalam jangka panjang.
Namun menurut Vanessa Van Edwards, peneliti perilaku manusia dan pendiri Science of People, rasa minder sebenarnya bukan masalah karakter yang permanen. Dalam video edukatif berjudul The Psychological Tricks to Overcome Insecurity and Self-Doubt yang diunggah ke kanal YouTube resminya, ia menjelaskan bahwa minder adalah hasil dari kebiasaan berpikir yang terus dipelihara dan itu bisa dilatih ulang secara psikologis.
Vanessa menekankan pentingnya mengubah cara berbicara kepada diri sendiri, karena banyak orang secara tidak sadar mengulang kalimat yang merendahkan nilai diri. Ketika hal ini menjadi kebiasaan, otak mulai mempercayai bahwa kita memang "tidak cukup baik", padahal realitanya tidak seperti itu.
Strategi Psikologis untuk Bangkit dari Rasa Minder:
Ucapan dalam hati seperti “aku bodoh” atau “aku pasti gagal” harus diubah dengan kalimat yang lebih konstruktif, misalnya “aku sedang belajar” atau “aku belum bisa, tapi akan terus mencoba.”
Teknik future self visualization, yaitu membayangkan diri kita berhasil menghadapi situasi sulit. Ini membantu membentuk kepercayaan sebelum pengalaman itu benar-benar terjadi.
Misalnya, mencoba menyapa orang baru, memberikan opini dalam rapat, atau mem-posting sesuatu yang selama ini ditahan. Tindakan kecil ini memberi bukti nyata bahwa kita bisa melampaui rasa takut.
Bahasa tubuh yang membungkuk atau menghindari kontak mata memperkuat rasa minder. Postur tegak, napas stabil, dan gestur terbuka bisa memberi sinyal ke otak bahwa kita cukup kuat.
Lingkungan yang suportif membantu menumbuhkan kembali rasa aman dan validasi yang sehat. Hindari terlalu lama berada dalam situasi yang membuatmu terus merasa “kurang.”
Rasa minder bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa ada bagian dari diri yang perlu dilatih ulang. Dengan pendekatan psikologis yang tepat, seperti yang disampaikan Vanessa Van Edwards, kita bisa melatih otak untuk mengubah keraguan menjadi keyakinan, bukan dengan berpura-pura kuat, tapi dengan mengenali pola pikir lama dan membangunnya ulang secara sadar.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
