
Agam Haris saat bertemu dengan pelatih kepala Timnas Indonesia Patrick Kluivert. (Agam Haris untuk JawaPos.com)
JawaPos.com—Pesan tajam disampaikan pelatih muda Indonesia Agam Haris, di tengah minimnya kepercayaan terhadap pelatih lokal dalam kompetisi Super League 2025/2026. Dari 18 tim yang akan berlaga musim depan, hanya satu pelatih kepala lokal Hendri Susilo, yang mendapat kepercayaan menukangi Malut United.
Agam menilai situasi ini menjadi cerminan tantangan serius dalam ekosistem kepelatihan sepak bola nasional. Perlu ada evaluasi mendalam terkait pemberian ruang dan kesempatan yang adil bagi pelatih lokal untuk berkembang.
“Fakta bahwa saat ini hanya ada satu pelatih lokal di Super League tentu menjadi refleksi bersama.Saya tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi kondisi ini seharusnya mendorong evaluasi serius,” ujar Agam kepada JawaPos.com, Sabtu (26/7).
Agam Haris menegaskan pelatih lokal memiliki kapasitas dan pemahaman yang mendalam terhadap karakter pemain Indonesia. Namun, persoalan utama yang menghambat adalah keterbatasan akses terhadap peluang dan kepercayaan dari klub-klub elite.
“Sebagai pelatih muda lokal, saya tidak berkecil hati. Justru ini menjadi panggilan untuk membuktikan bahwa kami bisa menghadirkan kualitas dan profesionalisme yang setara,” lanjut pria kelahiran Lamongan, 18 Juli 1993 itu.
Dia berharap klub-klub mulai melihat pelatih lokal dengan kacamata objektif, berbasis kinerja dan kapasitas nyata. Membangun sepak bola nasional yang berkelanjutan harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia lokal, termasuk pelatih.
Perjalanan Agam Haris sebagai pelatih memang tak datang secara instan. Cedera lutut yang dialaminya pada 2012 membuatnya mengubur impian menjadi pemain profesional, namun justru membuka jalan baru di dunia kepelatihan.
Alumni S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga dari Unesa Surabaya ini mulai meniti karier pelatihnya lewat lisensi D nasional pada 2014. Dia terus meningkatkan kualitas diri hingga mengantongi lisensi A AFC pada 2022 setelah menyelesaikan B Diploma PSSI pada 2020.
Keseriusan dan komitmennya membuahkan kesempatan besar dari pelatih legendaris, Eduard Ivakdalam. Agam Haris dipercaya menjadi asisten pelatih di Persewar Waropen selama dua musim sebelum akhirnya hijrah ke Arab Saudi.
Keputusan meninggalkan Persewar tak sia-sia, karena dia mencetak sejarah sebagai pelatih Indonesia pertama di Liga Arab Saudi. Dia menjadi asisten pelatih Al Wehda dan pelatih kepala tim usia 16-18 di Jedda Pro Football Academy.
Tak berhenti di situ, hanya dalam dua pekan dia dipromosikan sebagai direktur teknik sekaligus asisten pelatih tim wanita Al Wehda. Kini, dia kembali ke Tanah Air dan resmi bergabung dengan Deltras Sidoarjo sebagai asisten pelatih sejak 13 Juni 2025.
Dengan segudang pengalaman luar dan dalam negeri, Agam Haris menyampaikan beberapa pesan penting bagi pelatih muda lokal agar bisa bersaing di level tertinggi. Menurut dia, pelatih muda harus membekali diri dengan kompetensi serta lisensi kepelatihan resmi.
Dia menyarankan agar pelatih muda mulai dari jenjang paling bawah seperti SSB, akademi, hingga meniti karir ke tim-tim profesional secara bertahap. Karakter profesional dan kesiapan terhadap evaluasi jadi kunci utama yang tak bisa ditawar.
Pelatih juga dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi dan tren sepak bola modern. Menurut Agam Haris, memperluas jaringan, menambah pengalaman, dan membangun portofolio baik nasional maupun internasional sangat penting.
“Kuasi juga keilmuan penunjang seperti bahasa asing, IT, hingga analisis vide. Harus ada kompetensi tambahan yang membedakan dari pelatih pada umumnya,” ujar Agam.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
