Simbolisasi tekanan untuk menyenangkan orang lain meskipun hati sebenarnya lelah. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terjebak dalam pola people pleasing, keinginan kuat untuk selalu menyenangkan orang lain, meski itu berakibat pada kebutuhan diri sendiri dikorbankan. Perilaku ini kerap muncul karena takut ditolak, dianggap egois, atau menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.
Dr. Ingrid Clayton, psikolog klinis dari Los Angeles dan penulis buku Fawning: Why the Need to Please Makes Us Lose Ourselves, menyebut perilaku ini sebagai “fawning”.
Dalam wawancara dengan Kiplinger, ia menjelaskan bahwa fawning berkembang sebagai mekanisme bertahan hidup di lingkungan traumatis, seperti untuk meredam ketegangan atau menghindari konflik. Namun dalam jangka panjang, fawning bisa menimbulkan kecemasan, PTSD, batasan pribadi kabur, serta cepat lelah secara emosional dan fisik.
Poin-Poin Tanda Kamu Termasuk People Pleaser
Kamu sering menyetujui permintaan orang lain meski merasa terbebani. Kesulitan menetapkan batas membuat waktu dan energimu terkuras.
Secara otomatis kamu bilang “maaf” bahkan saat bukan salahmu, sebagai upaya menjaga kenyamanan relasi.
Perasaan nilai dirimu sangat tergantung pada pujian atau pengakuan dari orang lain.
Kamu memilih untuk diam atau menyetujui orang lain demi menjaga “ketenangan”, walau dalam hatimu nyaman pun tidak.
Seiring waktu, batas antara keinginanmu dan permintaan orang lain kian tipis, kadang kamu tidak tahu apa yang benar-benar kamu inginkan.
Menurut Alys Nightingale, terapis berlisensi dari Counselling Directory, people pleasing seringkali terbentuk sebagai strategi bertahan saat kebutuhan emosional masa kecil tidak terpenuhi. Dalam situasi seperti itu, menjadi menyenangkan adalah cara untuk menjaga hubungan dan rasa aman. Meskipun awalnya membantu, lama perjalanan ini bisa membuat seseorang kehilangan suara dan identitas diri.
Cara Memulai Bebas dari Pola People Pleasing
Sadari bahwa kamu berhak memiliki kebutuhan. Praktikkan afirmasi seperti “Saya berhak mengatakan tidak” dan jaga batasan tanpa merasa bersalah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022