Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 03.13 WIB

Tanda Kamu Terjebak dalam People Pleasing dan Cara Mulai Membebaskan Diri dengan Sehat

Simbolisasi tekanan untuk menyenangkan orang lain meskipun hati sebenarnya lelah. (dok. Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terjebak dalam pola people pleasing, keinginan kuat untuk selalu menyenangkan orang lain, meski itu berakibat pada kebutuhan diri sendiri dikorbankan. Perilaku ini kerap muncul karena takut ditolak, dianggap egois, atau menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Dr. Ingrid Clayton, psikolog klinis dari Los Angeles dan penulis buku Fawning: Why the Need to Please Makes Us Lose Ourselves, menyebut perilaku ini sebagai “fawning”.

Dalam wawancara dengan Kiplinger, ia menjelaskan bahwa fawning berkembang sebagai mekanisme bertahan hidup di lingkungan traumatis, seperti untuk meredam ketegangan atau menghindari konflik. Namun dalam jangka panjang, fawning bisa menimbulkan kecemasan, PTSD, batasan pribadi kabur, serta cepat lelah secara emosional dan fisik.

Poin-Poin Tanda Kamu Termasuk People Pleaser

  • Sangat sulit mengatakan “tidak”

Kamu sering menyetujui permintaan orang lain meski merasa terbebani. Kesulitan menetapkan batas membuat waktu dan energimu terkuras.

  • Suka meminta maaf tanpa sebab nyata

Secara otomatis kamu bilang “maaf” bahkan saat bukan salahmu, sebagai upaya menjaga kenyamanan relasi.

  • Mencari validasi terus menerus

Perasaan nilai dirimu sangat tergantung pada pujian atau pengakuan dari orang lain.

  • Menghindari konflik dan ketegangan hubungan

Kamu memilih untuk diam atau menyetujui orang lain demi menjaga “ketenangan”, walau dalam hatimu nyaman pun tidak.

  • Identitas dan kebutuhan diri kabur

Seiring waktu, batas antara keinginanmu dan permintaan orang lain kian tipis, kadang kamu tidak tahu apa yang benar-benar kamu inginkan.

Menurut Alys Nightingale, terapis berlisensi dari Counselling Directory, people pleasing seringkali terbentuk sebagai strategi bertahan saat kebutuhan emosional masa kecil tidak terpenuhi. Dalam situasi seperti itu, menjadi menyenangkan adalah cara untuk menjaga hubungan dan rasa aman. Meskipun awalnya membantu, lama perjalanan ini bisa membuat seseorang kehilangan suara dan identitas diri.

Cara Memulai Bebas dari Pola People Pleasing

  1. Sadari emosi dan nilai batasan diri

Sadari bahwa kamu berhak memiliki kebutuhan. Praktikkan afirmasi seperti “Saya berhak mengatakan tidak” dan jaga batasan tanpa merasa bersalah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore